12 October 2026

Gunung Masaya di Nikaragua Diduga Kembali Diisi Magma

Gunung Masaya di Nikaragua. Foto: INTI OCON via Science Alert

Gunung Masaya di Nikaragua punya julukan mengerikan, 'Mouth of Hell' alias Mulut Neraka. Kini, gunung api tersebut kembali menarik perhatian ilmuwan setelah penelitian menemukan bukti bahwa magma kemungkinan sedang mengisi kembali salah satu reservoir di bawahnya.

Masaya merupakan salah satu gunung api paling aktif di Nikaragua. Gunung ini berjarak sekitar 20 kilometer dari Managua, ibu kota Nikaragua, dan berada dalam radius sekitar 21 kilometer dari populasi sekitar 2 juta orang yang kini diminta waspada.

Jadi Calon Dirjen WHO, Menkes Ingin AS Kembali Bergabung

Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merupakan salah satu calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Salah satu yang diharapkannya adalah Amerika Serikat bisa bergabung lagi dengan WHO.

Pada Januari 2026, Amerika Serikat resmi keluar dari WHO menyusul perintah eksekutif dari Donald Trump. Menurut Menkes, setiap negara di dunia harus dirangkul untuk bisa menjaga satu sama lain.

Berbagai Fakta Baru di Balik Viralnya 'Glass Skin' Korea

Foto: iStockphoto/Dutko

Pakar mewanti-wanti tren viral 'glass skin' ala Korsel yakni penggunaan berbagai produk skincare demi mendapatkan kulit glowing. Ternyata, hal ini bisa berdampak buruk jika dilakukan secara berlebihan. Alih-alih membuat kulit sehat, rutinitas perawatan yang terlalu kompleks justru berisiko mengganggu siklus alami kulit hingga merusak skin barrier.

Dokter kulit bersertifikat sekaligus ahli bedah Mohs yang berbasis di New York, Yoo, mengatakan penggunaan terlalu banyak produk dapat mengganggu proses pengelupasan alami kulit.

Banyak Warga Jepang Ikut Lomba Tidur yang Berhadiah Rp 200 Juta

Foto: Quin Stevenson/Unsplash

Berbagai cara dilakukan untuk mengatasi masalah kurang tidur. Di Jepang, puluhan orang justru mengikuti kompetisi tidur dengan hadiah utama lebih dari 2 juta yen atau setara ratusan juta rupiah.

Kompetisi bertajuk Matt Race itu digelar oleh perusahaan kasur Koala Sleep Japan di Tokyo pada Senin. Para peserta beradu cepat untuk tertidur dan mendapatkan tidur paling nyenyak selama maksimal 90 menit.

Kematian Petugas Lab Siberia Terkait Pes Bikin Warga Borong Antibiotik

Foto: Getty Images/iStockphoto/royaltystockphoto

Kematian seorang teknisi laboratorium di Siberia, Rusia, yang diduga berkaitan dengan penyakit pes, memicu kekhawatiran sekaligus keraguan di tengah masyarakat. Enam hari setelah kabar kematian itu mencuat, warga mengaku masih belum mendapat informasi yang jelas mengenai penyebabnya.

Darya Shipilova (28), teknisi laboratorium di Institut Penelitian Antipes Irkutsk, meninggal dunia di rumah sakit di Shelekhov pada Jumat. Hingga Kamis (8/10/2026), belum ada konfirmasi resmi bahwa kematiannya disebabkan oleh penyakit pes.

Pamor Pickleball Mulai Meningkat, Popularitas Padel Tergeser?

Raket pickleball (Foto: Getty Images via AFP/SLAVEN VLASIC)

Pamor pickleball belakangan mulai meningkat di Tanah Air. Olahraga ini memadukan unsur tenis, badminton, dan tenis meja.

Di Indonesia, pickleball memiliki asosiasi yang menaunginya, yakni Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF). Lantas, apakah pickleball berpotensi menggeser popularitas padel?

Benarkah Jalan Kaki Usai Makan Bikin Sehat Jantung? Ini Kata Ahli

Ilustrasi (Foto: Getty Images/AJ_Watt)

Jalan kaki setelah makan sering disebut sebagai cara yang baik untuk mendukung kesehatan. Apakah aktivitas ini bisa memberi manfaat untuk jantung?

Ahli jantung dr Deepak Agarwal di Narayana Hospital, Jaipur, India, mengatakan bahwa berjalan kaki setelah makan bisa mendukung pengendalian gula darah, pengelolaan tekanan darah, dan kesehatan jantung jangka panjang.

Benarkah PCOS Bikin BB Susah Turun? Ini Penjelasan Dokter Gizi

Foto ilustrasi: Getty Images/SewcreamStudio

Penurunan berat badan kerap menjadi tantangan bagi wanita yang mengidap Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Gangguan hormonal ini dapat membuat pengidapnya lebih sulit menurunkan berat badan, terutama ketika terdapat kelebihan lemak tubuh.

Padahal, pengelolaan berat badan menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan PCOS, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani program kehamilan (promil).

CDC AS Pantau Pelancong dari Siberia

Foto ilustrasi: ANDREY RUDAKOV/BLOOMBERG VIA GETTY IMAGES

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat (AS) merespons kabar meninggalnya seorang pekerja institut pes di Siberia, Rusia.

Pekerja tersebut dilaporkan tewas akibat pneumonia yang belum dipastikan penyebabnya, memicu kekhawatiran internasional terkait potensi penyebaran wabah pes paru (pneumonic plague).

Beberapa Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Otak

Foto: Ilustrasi otak (Getty Images/Ekaterina Chizhevskaya)

Menjaga kesehatan otak bukan hanya soal menjaga ketajaman pikiran seiring bertambahnya usia. Kebiasaan yang dilakukan sehari-hari juga dapat memengaruhi kesehatan otak dalam jangka panjang.

Ahli bedah saraf di Departemen Bedah Saraf Northwell Lenox Hill Hospital, dr Randy D'Amico, mengatakan berbagai hal yang dilakukan seseorang saat ini dapat memengaruhi kesehatan otaknya di masa depan.

Otoritas Rusia: Tak Ada Risiko Wabah Pes di Siberia

Foto: REUTERS/Stringer

Regulator kesehatan Rusia pada Rabu mengatakan tidak ada risiko wabah penyakit menular terjadi di Siberia setelah seorang pekerja di sebuah institut penelitian penyakit pes meninggal dunia. Pernyataan itu disampaikan ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta Moskow memberikan informasi lebih lanjut mengenai penyebab kematian pekerja tersebut.

Dikutip Reuters, otoritas Rusia mengatakan pekerja laboratorium berusia 28 tahun itu meninggal pada Jumat lalu akibat pneumonia yang hingga kini belum diketahui penyebabnya. Kasus tersebut memicu kekhawatiran internasional, termasuk dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sekitar 200 orang sempat ditempatkan dalam karantina.

Kisah Kardiolog yang Tangani Pasien 28 Tahun Kena Serangan Jantung

Ilustrasi (Foto: Getty Images/manassanant pamai)

Tidak bisa dipungkiri bahwa pasien dengan kondisi serangan jantung semakin muda. Bahkan, usia di bawah 30 tahun saat ini sudah berisiko mengalami masalah kardiovaskular.

Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito A Damay, SpJP(K), mengatakan belum lama ini dirinya menangani pasien serangan jantung dengan usia 28 tahun.

Seberapa Besar Risiko Pes Menjadi Wabah Global?

Foto: REUTERS/Stringer

Pada Jumat pekan lalu, seorang perempuan meninggal akibat pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui di Siberia setelah diduga terpapar pes. Media Rusia melaporkan hampir 200 orang ditempatkan dalam isolasi. Otoritas setempat segera meredam kekhawatiran yang muncul, tetapi spekulasi dan keresahan di dunia maya terus menyebar.

Perempuan berusia 28 tahun bernama Darya Shipilova bekerja di Institut Anti-Pes di wilayah Irkutsk, Siberia. Laporan yang belum terkonfirmasi menyebutkan Shipilova mengalami gejala mirip pneumonia setelah memecahkan tabung reaksi yang berisi bakteri penyebab pes atau setelah melakukan perjalanan lapangan ke wilayah Buryatia, yang berbatasan dengan Mongolia. Di wilayah tersebut, pes diketahui bersifat endemik pada hewan liar.