30 August 2025

Diduga Curi dan Selundupkan Data Riset Kanker, Dokter Asal China Ditangkap di AS

Foto: Getty Images/Ash2016

Seorang dokter asal China ditangkap di Texas, Amerika Serikat, karena diduga berupaya menyelundupkan hasil riset terkait kanker kembali ke negaranya.

Yunhai Li, 35 tahun, yang bekerja di MD Anderson Cancer Center sejak tahun 2022, ditahan oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS di bandara pada 9 Juli lalu.

Menurut kantor Jaksa Distrik Harris County, pihak berwenang yang bekerja sama dengan Homeland Security Investigations "menemukan bukti bahwa Li berupaya membawa informasi medis sensitif ke luar negeri saat memeriksa barang-barangnya."

"Kami berhasil menahannya saat ia hendak naik pesawat menuju Tiongkok," kata Jaksa Distrik Harris County, Sean Teare. "Kekayaan intelektual itu harus tetap bersama kami, agar kami bisa menyelamatkan nyawa," tambahnya.

Li didakwa atas tuduhan pencurian rahasia dagang dan perusakan catatan pemerintah. Jika terbukti bersalah, tuduhan pencurian tersebut dapat membuatnya dipenjara dua hingga sepuluh tahun dengan denda hingga $10.000.

Diduga merusak catatan pemerintah

Berdasarkan dokumen pengadilan, Li diduga mengunggah data sensitif ke akun Google Drive pribadinya saat bekerja untuk MD Anderson. Ketika institusi itu mengetahui aksinya dan mengonfrontasinya, Li langsung menghapus file-file tersebut.

Tim investigasi menemukan "data riset yang belum dipublikasikan dan artikel yang berisi rahasia dagang, termasuk data riset rahasia yang dibatasi, tulisan, gambar, dan model."

Selain itu, dokumen pengadilan juga melaporkan bahwa Li menerima dana hibah dari National Natural Science Foundation of China dan melakukan riset untuk The First Affiliated Hospital of Chongqing Medical University sebelum dan selama masa kerjanya di MD Anderson. Namun, ia tidak mengungkapkan konflik kepentingan tersebut kepada pihak pemberi kerja di AS.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter China Ditangkap di AS, Diduga Curi dan Selundupkan Data Riset Kanker"