11 January 2026

Ini Kata Dokter Tentang 'Usus Kotor' yang Disebut Jadi Sumber Penyakit

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Elena Nechaeva)

Viral sebuah narasi di media sosial X yang menyebutkan ada banyak masalah kesehatan disebabkan oleh 'usus kotor'. Dalam cuitan yang viral, penulis menyebut beberapa masalah kesehatan tersebut meliputi napas bau, jerawat muncul, hingga insomnia.

"Kenapa banyak yang nggak tahu. Napas bau = usus kotor. Jerawat muncul = usus kotor. Perut kembung = usus kotor. Susah turun BB = usus kotor. Antibodi lemah = usus kotor. Craving terus = usus kotor. Sakit kepala = usus kotor. Perut buncit = usus kotor. Insomnia = usus kotor," tulis netizen tersebut.

Unggahan tersebut lantas mengundang banyak komentar. Ada yang percaya dan mengaku pernah mengalaminya, tapi ada juga yang tidak setuju dengan cuitan tersebut.

Sebagian netizen berpendapat sebenarnya tidak ada istilah medis 'usus kotor', sehingga cuitan tersebut sebenarnya tidak tepat.

"Sejak kapan usus kita pernah bersih, nder? Klo usus kita bersih malah mati kita nder...Serius, bisa mati. Usus kita kotor mah normaaalllll wkwk," timpal salah satu netizen.

"im blaming everything on usus kotor from now on (mulai sekarang, aku mulai menyalahkan semua masalahku dengan usus kotor)," kata netizen lain.

Lantas bagaimana faktanya? Spesialis penyakit dalam Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH menjelaskan istilah 'usus kotor' sebenarnya memang tidak dikenal dalam dunia medis.

Keluhan yang sering dikaitkan dengan istilah tersebut lebih tepat disebut sebagai 'gangguan pencernaan', yang dapat melibatkan berbagai proses, mulai dari pemecahan makanan hingga pergerakan usus. Salah satu contohnya seperti kondisi maldigesti.

"Ini bisa juga terkait dengan buang air besar yang tidak teratur, buang air besar yang tidak teratur, konstipasi itu bisa menyebabkan berbagai macam penyakit," ungkap Prof Ari ketika dihubungi detikcom, Rabu (7/1/2026).

"Baik itu misalnya terjadi divertikulosis (terbentuknya kantung di dinding usus besar), kemudian juga terjadi hemoroid (ambeien), kemudian juga bisa terbentuk polip dan lain-lain," sambungnya.

Prof Ari menambahkan usus juga membutuhkan bakteri-bakteri baik, agar sistem pencernaan bekerja lebih sehat. Ia lantas menyinggung soal 'brain gut axis', sebuah poros hubungan antara kerja otak dan sistem pencernaan.

Meskipun brain gut axis ini terkait erat dengan faktor stres, ini juga dapat dipengaruhi oleh jumlah kuman baik yang ada dalam usus.

"Jadi kalau kuman baiknya ini kurang ya di satu sisi, tentunya akan menyebabkan berbagai macam penyakit termasuk penyakit peradangan misalnya seperti itu. Dan ini pun juga bisa terkait dengan buang air besar yang tidak teratur," jelas Prof Ari.

"Yang tentu di sini bisa juga akhirnya membuat daya tahan menjadi turun, kemudian juga bisa saja menimbulkan bau yang tidak sedap baik itu saat flatus (kentut) maupun sendawa. Jadi sekali lagi tidak tepat menggunakan istilah usus kotor," tandasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral 'Usus Kotor' Disebut Jadi Sumber Penyakit, Dokter Beberkan Faktanya"