24 January 2026

Penyakit Jantung Jadi Pembiayaan Tertinggi BPJS, Menkes Ingatkan untuk Sadar Gaya Hidup

Foto: Pradita Utama/detikFoto

Penyakit jantung menjadi beban pembiayaan BPJS Kesehatan tertinggi sepanjang Januari hingga Agustus 2025 dengan total Rp 527,1 miliar. Disusul penyakit ginjal yang mencatat biaya Rp 460,7 miliar dan kanker di urutan ketiga Rp 302,1 miliar.

Pemicunya dikaitkan dengan kondisi riwayat hipertensi, diabetes, hingga obesitas. Ketiganya banyak berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat, termasuk pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, hingga kebiasaan merokok.

Khusus terkait pola konsumsi tinggi gula, pemerintah mewacanakan penerapan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) yang sempat diupayakan berlaku 2025, tetapi kembali ditunda hingga rencananya akhir 2026.

Merespons itu, menurut Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, perubahan gaya hidup sebenarnya akan jauh lebih efektif jika tumbuh dari kesadaran masing-masing individu.

"Ini kan ada hal yang istilahnya contentious lah, misalnya rokok, gula, garam. Tapi kalau saya lebih percayanya, gaya hidup kebiasaan itu nggak bisa dipaksa. Teman-teman juga ngerasa kan, dipaksa salat, sama ingin salat sendiri itu beda. Jadi harusnya yang kita dorong adalah masyarakat sadar sendiri bahwa dia harus hidup sehat," kata Budi saat ditemui di Kemenkes RI, Kamis (22/10/2026).

Ia mencontohkan perubahan sederhana yang bisa dimulai dari diri sendiri, seperti memilih makanan yang lebih sehat. Menurut Budi, kebiasaan makan sehat sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.

"Misalnya saya di sosial media yang paling sering melakukan itu makan rebus-rebusan. Dan begitu dijalanin ya sederhana. Semua orang tuh mau makan rebusan," ujarnya.

Dalam isu rokok, Budi juga menilai pendekatan yang menyentuh kesadaran personal jauh lebih efektif dibandingkan sekadar melarang atau memberi hukuman finansial.

"Kedua, saya ngomong misalnya mengenai nggak merokok. Menurut saya itu sangat efektif dibandingkan ucapannya melarang merokok, kasih financial punishment yang besar. Kenapa? Karena dengan melihat itu orang akan merasa sadar dan yasudahlah saya nggak mau merokok," jelasnya.

Perubahan perilaku ditegaskan Budi lebih kuat dan berkelanjutan jika datang dari kemauan sendiri. Ia menekankan, yang terpenting adalah membuat seseorang ingin hidup sehat, ingin berhenti merokok, dan ingin mengurangi konsumsi gula, garam, serta lemak.

"Aku rasa ya jauh lebih kuat, lebih powerful kalau kita bisa membuat yang bersangkutan yang pengen hidup sehat, yang bersangkutan yang tidak pengen merokok, yang bersangkutan yang tidak pengen makan gula, garam, lemak yang lain. Nah ini memang butuh taktik, strategi komunikasi yang baik," tuturnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Penyakit Jantung Jadi Beban BPJS Tertinggi, Menkes Minta Warga +62 Sadar Gaya Hidup"