10 January 2026

Puluhan Thermo Scanner Dipasang di Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk Antisipasi Super Flu

Foto: Suasana di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin (5/1/2026). (Fabiola Dianira/detikBali)

Bandara I Gusti Ngurah Rai memasang thermo scanner atau pemindai suhu tubuh untuk mengantisipasi masuknya penumpang diduga terinfeksi 'Super Flu' atau influenza A (H3N2) Subclade K.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan alat tersebut merupakan fasilitas yang sudah dimiliki sejak masa pandemi COVID-19. Fasilitas itu kembali dimanfaatkan karena gejala yang dipantau dinilai serupa, sehingga penumpang yang terdeteksi mengalami demam dapat segera dipisahkan untuk penanganan lebih lanjut.

"Bandara I Gustu Ngurah Rai karena ini adalah pintu masuk internasional yang cukup besar penggunanya saya kira gejala yang kami pelajari dan kami dapatkan informasi kurang lebih mirip dengan orang flu hanya mungkin ada gejalanya sehingga mendeteksinya itu juga akan lebih terlihat ketika suhu badan tinggi," kata Nugroho, dikutip Antara, Rabu (7/1/2026).

"Sehingga pemindai suhu tubuh yang kami siapkan pada masa pandemi COVID-19 lalu bisa kami gunakan dan kami pasang kembali sejak saat ini," sambungnya.

Ia juga memastikan seluruh alat berfungsi normal dan telah terpasang dengan jumlah sekitar 25. Untuk mengantisipasi masuknya Super Fu ke Bali via bandara, pemindai suhu tubuh dipasang di alur-alur utama jalur kedatangan maupun keberangkatan internasional dan domestik.

"Posisi sudah terpasang, semua beroperasi dalam keadaan baik dan informasi lebih lanjut tentunya dari Kementerian Kesehatan terkait bagaimana perkembangan dan penanganan tindak lanjutnya," ujar Nugroho.

Hingga saat ini, di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang melayani rata-rata 66.000 penumpang per hari, belum ditemukan penumpang yang berpotensi membawa super flu.

Meski demikian Nugroho memastikan pihaknya tetap melakukan langkah-langkah antisipasi selain dengan pemindaian suhu setiap penumpang juga menyiagakan personel dan perawatan apabila diperlukan.

"Untuk sementara kami koordinasi dengan Balai Karantina Indonesia maupun dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Indonesia, sementara ini statusnya masih landai dan menjadi imbauan saja untuk tetap waspada, belum ada penerapan protokol khusus," kata dia.

Kasus Super Flu di Indonesia

Sebelumnya Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melaporkan situasi varian baru influenza A (H3N2) subclade K atau disebut 'super flu' di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.

Di Indonesia, hasil surveilans juga menunjukkan bahwa influenza A(H3) merupakan varian dominan. Tren kasus influenza nasional tercatat menurun dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Antisipasi Super Flu, Puluhan Thermo Scanner Dipasang di Bandara I Gusti Ngurah Rai"