![]() |
| Foto: Getty Images/PRImageFactory |
Viral seorang pengguna di media sosial membagikan kisah pilu kematian suaminya berawal karena memencet jerawat. Tak disangka, memencet jerawat yang dianggap sepele itu memicu infeksi yang membuat suaminya meninggal dunia.
Kisah ini, meski sekilas terdengar mustahil, namun memencet jerawat di area tertentu di wajah bisa memicu kondisi fatal. Cerita yang sama juga pernah dialami oleh seorang wanita bernama Alisha Monaco yang harus dirawat di rumah sakit sesepele akibat memencet jerawat.
"Rasa sakitnya tepat di bagian bawah kanan lubang hidung saya, menjalar ke bibir dan bahkan ke sisi wajah saya. Saya terbangun empat atau lima jam kemudian dengan rasa sakit yang luar biasa di sisi kanan wajah saya," tutur Alisha saat berbicara dengan CTV News.
Apa itu segitiga kematian di wajah?
Segitiga kematian ini, menurut dermatolog Dr dr I Gusti Nyoman Darmapura SpDVE, Subsp,OBK, FINSDV, FAADV merujuk pada area wajah dari sudut mulut hingga di antara alis. Tepat di tengah segitiga itu, di bawah permukaan kulit, terdapat sinus kavernosa, yang menampung saraf dan pembuluh darah penting yang membawa darah kembali ke otak.
"Pembuluh darah ke otak ini tidak memiliki katup, jadi aliran darah itu bisa dua arah. Bakteri dari tempat jerawat itu atau apapun infeksi di area segitiga ini bisa menyebar langsung ke otak," ucap dr Darma saat diwawancarai detikcom ditulis Kamis (22/1/2026).
Jika permukaan kulit terinfeksi akibat, misalnya, memencet jerawat, infeksi tersebut secara teoritis dapat menyebar, meresap ke dalam pembuluh darah, dan, dalam skenario terburuk menyebabkan kematian.
Tidak seperti kebanyakan vena di bagian tubuh lainnya, vena di wajah tidak memiliki katup untuk membantu menjaga aliran darah menuju jantung, yang membantu memastikan pengiriman oksigen dan nutrisi yang cukup untuk melawan infeksi dan menjaga tubuh tetap sehat.
"Area segitiga tadi, jangan memencet jerawat. Seringkali banyak kejadian mau ke acara penting, ada jerawat di daerah itu malah di pencet. Itu perlu dihindari," tegas dr Darma.
Tentu saja, cara termudah untuk menghindari infeksi adalah dengan tidak memencet jerawat sejak awal, apalagi menggunakan tangan atau alat yang tidak steril. Perhatikan tanda-tanda adanya inflamasi termasuk kemerahan, pembengkakan, rasa hangat, nyeri, dan munculnya nanah.
"Apabila muncul kemerahan, nyeri sampai demam, jangan tunda ke dokter," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Pencet Jerawat di Wajah Berujung Kematian, Ini Kata Dermatolog"
