10 January 2026

Sejumlah RS di AS Kewalahan Tangani Pasien Super Flu yang Semakin Banyak

Foto: Getty Images/iStockphoto/hut547

Amerika Serikat menghadapi lonjakan signifikan kasus influenza, menjadi musim flu terburuk dalam hampir tiga dekade terakhir. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan, kunjungan ke dokter akibat gejala flu kini mencapai level tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1997.

Hingga kini, tercatat 5.000 orang meninggal dunia termasuk sembilan anak, sementara sekitar 120.000 orang harus dirawat di rumah sakit. Secara keseluruhan, musim ini flu telah menyebabkan lebih dari 11 juta kasus penyakit di seluruh wilayah AS.

Pada pekan 27 Desember, hampir 1 dari 10 kunjungan rawat jalan (8,2 persen) di AS disebabkan keluhan mirip flu, seperti demam, sakit tenggorokan, kelelahan ekstrem, dan nyeri badan.

Rumah Sakit Kewalahan, Pasien Masuk Lebih Banyak dan Lebih Berat

Lonjakan kasus ini mulai terasa di banyak rumah sakit. Di Chicago, Direktur Layanan Gawat Darurat Rush University Medical Center, Dr Nick Cozzi, mengatakan timnya kini sangat sibuk menangani pasien dengan keluhan batuk, pilek, sesak napas, diare, hingga nyeri badan hebat.

Banyak pasien, kata dia, juga terinfeksi virus lain seperti COVID-19 atau RSV secara bersamaan. "Kami merawat pasien dengan tingkat rawat inap yang lebih tinggi dari biasanya. Kadar oksigen mereka lebih rendah, dan ini bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani," ujarnya.

Di Johns Hopkins Children's Center, Baltimore, jumlah pasien anak yang dirawat karena flu meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua pekan terakhir dibandingkan periode sebelumnya.

"Kenaikan ini datang sekitar satu bulan lebih cepat dibanding tahun lalu. Kami belum tahu seperti apa puncaknya nanti," kata Dr Emily Boss, Direktur Otolaringologi Pediatrik di Johns Hopkins Children's Center.

Anak-anak Ikut Jadi Korban

Salah satu gambaran dampak flu terlihat pada kasus Naya Kessler (3), yang kini masih dirawat di UC Davis Medical Center, Sacramento. Naya mulai sakit sejak Natal dan mengalami muntah serta demam tinggi berkepanjangan hingga harus dirawat karena dehidrasi.

Musim flu 2025 hingga 2026 ini datang setelah AS melewati musim flu paling mematikan bagi anak-anak sejak pencatatan, dengan 289 kematian anak pada musim sebelumnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gaduh 'Super Flu', Sejumlah RS di AS Kewalahan Banyak Pasien Masuk Gejala Berat"