![]() |
| Ilustrasi post holiday blues (Foto: Getty Images/iStockphoto/Yurii Yarema) |
Libur Lebaran telah usai. Momen bersantai dan bersenang-senang dengan keluarga kini berubah menjadi aktivitas harian yang menjenuhkan dan bikin stres.
Sebagian orang mungkin sudah siap menghadapi transisi kehidupan dari yang santai menuju hari-hari gedebak-gedebuk. Tetapi, sebagian lain belum move on atau mengalami post holiday blues. Lalu, apa saja tandanya?
Psikolog klinis Ratih Ibrahim mengatakan ada beberapa tanda yang mungkin muncul dari post holiday blues atau ketidaksiapan untuk balik ke rutinitas sebelumnya.
"Apa saja gejalanya? Ada galau, ada sedih, ada lemas, tidak bersemangat ada perasaan gamang, demotivasi iya, ada yang marah," kata Ratih dalam acara detikSore, dikutip Kamis (26/3/2026).
"Terus ada juga yang anxious, karena kemarin libur sudah seneng-seneng. Aduh gue harus balik lagi menghadapi bos gue. Gue harus menghadapi UTS, yang masuh mahasiswa ya, kemarin nggak sempat belajar," sambungnya.
Bertahun-tahun menjadi ahli kesehatan jiwa, Ratih menambahkan bahwa post holiday blues merupakan kondisi yang normal dialami manusia. Kondisi ini sudah ada sejak zaman dulu, hanya saja generasi muda saat ini kreatif dalam memberi nama.
Ratih menegaskan kondisi seperti ini haruslah 'dilawan'. Pasalnya, kehidupan harus tetap berjalan meski tubuh mungkin belum siap untuk itu.
"Ini realita hidup ya harus gue jalanin. Kedua adalah mengatur ekspektasi, jadi sebelum mulai libur, beresin deh itu semua kerjaan, sehingga waktu libur lo kagak usah bawa laptop," kata Ratih.
Terlalu santai saat liburan, lanjut Ratih bisa membuat transisi menjadi lebih susah.
"Kalau bisa (perubahan) jangan terlalu drastis. Jadi biarpun libur tetap saja bangun pagi, supaya badan kamu terbiasa dengan pola yang ada. Makan seheboh-hebohnya, tentu tetap ditakar," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Alami Gejala Ini Usai Lebaran? Bisa Jadi Kamu Kena Post Holiday Blues"
