23 March 2026

Jangan Kalap Makan Manis saat Lebaran, Ini Dampaknya

Kue putri salju menjadi salah satu makanan manis yang kerap ditemui di Lebaran (Foto: Getty Images/iStockphoto)

Makanan manis dan Lebaran agaknya jadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dari mulai es buah, kue di toples, sampai sirup sudah pasti tersedia di atas meja.

Masalahnya, banyak orang tak sadar sudah kebanyakan makan manis dalam waktu singkat. Efeknya bukan cuma bikin enek, tapi juga bisa membuat mood ikut amburadul.

Hal ini tentu akan merugikan. Lebaran yang seyogyanya berisikan bahagia dan momen saling memaafkan, justru berubah jadi hari yang negatif.

Dokter spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK AIFO-K FINEM mengatakan bahwa makanan tinggi gula dan lemak seperti saat Lebaran bisa memengaruhi mood, bahkan memicu yang sering disebut sebagai 'sugar crash'.

"Saat makan tinggi gula sederhana (sirup, kue, minuman manis), Gula darah naik cepat, tubuh melepas insulin dalam jumlah besar akibatnya gula darah turun cepat," kata dr Raissa saat dihubungi detikcom, Jumat (20/3/2026).

"Jadi awalnya energi naik, mood membaik, namun 1-2 jam kemudian lemas, ngantuk, irritable, mood swing," sambungnya.

Hal ini bisa diperparah jika seseorang mengonsumsi makanan manis dan lemak dalam jumlah banyak di satu waktu. Dampaknya seperti fluktuasi energi yang lebih ekstrem.

"Jadi sebaiknya Jangan mulai dari manis. Makan protein dulu (telur, ayam, daging) bantu stabilkan gula darah," kata dr Raissa.

"Batasi minuman manis. Ganti sebagian dengan air putih atau nfused water," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jangan Kalap Makan Manis saat Lebaran, Bisa Bikin Mood Amburadul"