![]() |
| Foto: Getty Images/iStockphoto/hut547 |
Amerika Serikat mencatat lebih dari 1.100 kasus campak pada 2026, menurut data terbaru yang dirilis oleh US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada 26 Februari. Angka tersebut dinilai mengkhawatirkan dan masyarakat dihantui kemungkinan terburuk.
Dalam delapan pekan pertama tahun ini saja, tercatat 1.136 kasus, enam kali lipat lebih tinggi dibandingkan jumlah kasus yang biasanya terjadi dalam satu tahun penuh.
"Kasus campak saat ini mengecewakan, menyedihkan, dan mengkhawatirkan," kata Dr William Schaffner, pakar penyakit menular dari Vanderbilt University Medical Center.
Ia menekankan campak seharusnya dapat dicegah karena tersedia vaksin yang aman dan sangat efektif.
"Campak adalah infeksi yang ganas, dan seharusnya bisa kita cegah. Penyakit ini bisa menyerang anak sehat sekalipun dalam bentuk yang sangat berat," ujarnya.
Risiko Kematian Nyata
Menurut CDC, dari setiap 1.000 anak yang terinfeksi campak, satu anak dapat mengalami ensefalitis, pembengkakan otak yang berbahaya. Hingga tiga dari setiap 1.000 anak yang terinfeksi bisa meninggal dunia.
Tahun lalu, AS melaporkan hampir 2.300 kasus campak, jumlah tertinggi sejak 1991 dan angkanya melampaui laporan tahunan sejak campak dinyatakan dieliminasi pada 2000. Tiga orang meninggal dunia, dua anak di Texas dan satu orang dewasa di New Mexico, semuanya tidak divaksinasi.
Dr. Paul Offit dari Children's Hospital of Philadelphia menyebut kondisi ini 'tak masuk akal'.
"Ketika semakin banyak orang tua memilih untuk tidak memvaksinasi anaknya, kita akan melihat lebih banyak penyakit, lebih banyak penderitaan, lebih banyak rawat inap, dan lebih banyak kematian," katanya. "Anak-anak meninggal akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin."
Lebih dari 90 Persen Kasus Terjadi pada yang Tidak Divaksin
Sekitar 96 persen kasus campak tahun ini terjadi pada individu yang belum menerima vaksin campak-rubella (MMR) atau belum mendapatkan dua dosis lengkap yang direkomendasikan.
Lebih dari 80 persen kasus terjadi pada anak-anak dan remaja, dengan sekitar seperempatnya pada anak usia di bawah 5 tahun.
Separuh negara bagian AS telah melaporkan kasus campak tahun ini, dengan setidaknya tiga wabah besar yang masih berkembang.
Wabah terbesar terjadi di wilayah utara negara bagian South Carolina, dengan sedikitnya 985 kasus sejak Oktober, menurut Departemen Kesehatan Masyarakat negara bagian tersebut.
Wabah ini berpusat di Spartanburg County, wilayah dengan tingkat vaksinasi rendah. Lebih dari 93 persen kasus di South Carolina terjadi pada individu yang tidak menerima vaksin MMR.
Meskipun belum ada laporan kematian, sejumlah komplikasi berat telah terjadi, termasuk pneumonia dan ensefalitis yang dapat menyebabkan tuli atau disabilitas intelektual. Beberapa ibu hamil juga memerlukan terapi imunoglobulin setelah terpapar virus.
"Komplikasi ini seharusnya bisa kita cegah. Meningkatkan cakupan vaksinasi akan melindungi mereka yang tidak bisa divaksinasi, seperti bayi, ibu hamil, dan orang dengan sistem imun lemah," kata Epidemiolog Negara Bagian South Carolina, Dr. Linda Bell.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Campak 'Menggila' di AS! Kasus Naik 6 Kali Lipat-Picu Komplikasi Pembengkakan Otak"
