![]() |
| Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto) |
Di era digital, hampir semua orang beraktivitas atau bekerja lewat ponsel atau laptop. Semakin lama menatap layar atau screen time, sering muncul sakit kepala (screen-induced headache) yang pastinya mengganggu.
Namun, para ahli neurologi memperingatkan bahwa kondisi ini bukan sekadar kelelahan biasa. Bisa jadi menjadi sinyal dari otak yang mengalami stres berlebih.
Layar digital memancarkan spektrum cahaya biru atau blue light dengan energi tinggi. Bagi orang dengan migrain, cahaya ini adalah musuh utama.
Cahaya biru merangsang sel-sel ganglion retina yang sensitif terhadap cahaya. Kemudian sinyal tersebut dikirim ke saraf trigeminal atau jalur nyeri utama di otak.
Para ahli menyebutkan bahwa paparan yang terus-menerus dapat menurunkan ambang batas nyeri seseorang. Sehingga pemicu kecil pun bisa menyebabkan sakit kepala yang hebat.
'Digital Eye Strain' atau Sindrom Penglihatan Komputer
Ketika menatap layar, frekuensi berkedip berkurang hingga 60 persen. Hal ini menyebabkan mata kering dan tegang.
Otot-otot kecil di dalam mata yang berfungsi untuk fokus (otot siliaris) bekerja terus-menerus tanpa henti, yang akhirnya memicu nyeri tumpul di area dahi dan pelipis.
Tak hanya mata, otak juga harus memproses informasi yang bergerak cepat, kilatan cahaya, dan teks kecil secara bersamaan. Beban kognitif yang berlebihan ini menyebabkan kelelahan mental yang bermanifestasi sebagai sakit kepala tegang atau tension headache.
Postur Tubuh yang Merusak Saraf
Sakit kepala yang muncul mungkin bukan hanya karena screen time, tetapi postur atau posisi tubuh yang salah. Saat menunduk menatap ponsel, beban pada tulang leher meningkat drastis.
Ketegangan pada otot trapezius dan leher ini memicu cervicogenic headache, yaitu sakit kepala yang bersumber dari masalah di tulang belakang leher atau jaringan lunak di sekitarnya.
Bagaimana Mencegahnya?
Para ahli memberikan beberapa cara untuk mencegah sakit kepala saat menggunakan gadget:
1. Terapkan aturan 20-20-20
Setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki atau sekitar 6 meter.
2. Atur kecerahan layar
Pastikan brightness atau kecerahan layar tidak terlalu kontras dengan pencahayaan ruangan. Gunakan fitur night mode untuk mengurangi paparan cahaya biru.
3. Perhatikan posisi tubuh
Pastikan layar laptop sejajar dengan mata dan duduklah dengan posisi tegak, untuk mengurangi beban pada leher.
4. Hidrasi yang cukup
Terkadang, sakit kepala diperparah oleh dehidrasi karena terlalu asyik bekerja di depan layar hingga lupa minum.
Jika sakit kepala terasa semakin sering, hebat, atau disertai dengan gangguan penglihatan yang menetap, segera konsultasikan ke dokter saraf untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sering Pusing setelah Main HP-Laptop? Neurolog Ingatkan Pemicu yang Jarang Disadari"
