29 March 2026

Takaran Ideal Minum Kopi Agar Tidak Anxiety

Foto: Getty Images/Farknot_Architect

Kopi dikenal sebagai minuman penambah energi dan kewaspadaan. Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan konsumsi kopi juga berpotensi menurunkan risiko kecemasan dan depresi.

Meski begitu, tentunya ada ketentuan takaran atau jumlah yang tepat.

Peneliti dari Fudan University di China mencoba memperjelas temuan studi sebelumnya yang masih belum konsisten. Hal ini dilakukan dengan menyelidiki apakah kopi dapat melindungi seseorang dari gangguan suasana hati dan stres.

Studi ini melibatkan data dalam jumlah besar, yakni 461.586 individu yang memiliki kondisi kesehatan mental baik di awal studi. Para peserta kemudian diikuti selama rata-rata 13,4 tahun, dengan mencatat kebiasaan konsumsi kopi dan kaitannya dengan diagnosis kesehatan di masa depan.

Hasil Penelitian

Hasil analisis menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi per hari memiliki risiko paling rendah mengalami masalah kesehatan mental, dibandingkan mereka yang tidak minum kopi atau yang mengonsumsi lebih dari tiga cangkir.

Sebaliknya, minum secara berlebihan justru dikaitkan dengan peningkatan risiko. Pada kelompok yang minum lima cangkir atau lebih per hari, risiko gangguan suasana hati diketahui lebih tinggi.

"Hubungan berbentuk J diidentifikasi antara konsumsi kopi dan gangguan mental, menunjukkan bahwa asupan kopi dalam jumlah sedang mungkin bermanfaat bagi kesehatan mental," tulis para peneliti dalam makalahnya, yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders.

Pola hubungan ini ditemukan konsisten pada berbagai jenis kopi, mulai dari kopi bubuk, instan, hingga kopi tanpa kafein. Menariknya, manfaat konsumsi kopi juga dilaporkan lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita.

Selain itu, peneliti juga mempertimbangkan faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil, seperti usia, tingkat pendidikan, kebiasaan olahraga, hingga kondisi kesehatan yang mendasari. Hal ini memperkuat dugaan bahwa konsumsi kopi memang berperan dalam perbedaan risiko tersebut.

Tidak Ada Hubungan Sebab-Akibat Langsung

Meski begitu, studi ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Data konsumsi kopi hanya dikumpulkan sekali di awal penelitian dan tidak dipantau secara berkala.

Analisis genetik juga dilakukan untuk melihat apakah kemampuan tubuh dalam memetabolisme kafein mempengaruhi hasil. Tetapi, perbedaan genetik tersebut tidak banyak mengubah hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan mental.

Kandungan di Dalam Kopi

Secara biologis, kopi diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif. Peneliti menduga beberapa di antaranya memiliki efek menenangkan dan antiinflamasi pada sirkuit otak yang berkaitan dengan suasana hati dan stres.

Mekanisme ini juga diduga berperan dalam melindungi otak dari penyakit, seperti yang ditunjukkan studi sebelumnya.

Meski efek langsung pada otak tidak diukur dalam penelitian ini, temuan tersebut memberikan gambaran baru yang lebih jelas mengenai peran kopi terhadap kesehatan mental.

"Studi sebelumnya yang meneliti hubungan antara konsumsi kopi dan kesehatan mental, khususnya depresi dan kecemasan, telah menghasilkan hasil yang tidak konsisten mengenai arah hubungan atau asupan harian optimal," tulis peneliti, dikutip dari Science Alert.

"Perbedaan ini mungkin sebagian dijelaskan oleh heterogenitas metodologis, termasuk perbedaan dalam desain studi, ukuran sampel, dan karakteristik populasi."

Sebelumnya, kopi juga telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan fisik, seperti umur lebih panjang, perlindungan terhadap penyakit jantung, hingga membantu pengaturan berat badan. Kini, manfaat bagi kesehatan mental berpotensi menambah daftar tersebut.

Dengan meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental secara global, temuan ini dinilai penting dalam upaya mencari strategi pencegahan yang sederhana dan mudah diterapkan.

"Selama dekade terakhir, gangguan mental semakin diakui sebagai salah satu beban penyakit terpenting bagi kesehatan masyarakat global. Oleh karena itu, strategi pencegahan potensial diperlukan untuk dikembangkan guna menekan pandemi gangguan kesehatan mental," pungkas mereka.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ternyata Segini 'Takaran Ideal' Minum Kopi Biar Nggak Anxiety"