12 April 2026

Ada Larva Lalat di Hidung yang Bikin Wanita Ini Batuk Parah

Foto: CDC Emerging Infectious Disease

Sebuah kasus medis langka menyoroti bahaya infeksi parasit pada manusia. Seorang wanita berusia 58 tahun di Yunani dilaporkan mengalami kondisi tidak biasa.

Dalam kasus yang dipublikasikan di laman CDC Emerging Infectious Disease, wanita itu bersin hingga mengeluarkan 'cacing' dari hidungnya. Ternyata itu merupakan larva dari lalat parasit.

Kasus ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan infeksi yang secara biologis disebut 'tidak masuk akal', sekaligus menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis atau infeksi yang bisa menular dari hewan ke manusia.

Awalnya pasien yang bekerja di sebuah pulau Yunani mengalami nyeri di bagian tengah wajah yang semakin memburuk. Sekitar 2-3 minggu setelahnya, ia juga mengalami batuk parah.

Tak lama kemudian, 'cacing' keluar dari hidungnya saat bersin. Kondisi tersebut membuatnya segera mencari pertolongan medis.

Seorang spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan melakukan operasi pada wanita tersebut. Ini dilakukan untuk mengangkat makhluk tersebut dari sinus maksilaris atau rongga besar di sisi hidung.

Dari prosedur tersebut, ditemukan 10 larva dan satu pupa atau fase perkembangan serangga sebelum menjadi dewasa. Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan dengan analisis visual dan DNA.

Hasilnya mengungkap bahwa 'cacing' tersebut adalah larva lalat bot domba (Oestrus ovis), parasit yang umumnya hidup di saluran hidung domba dan kambing. Infeksi ini dikenal sebagai miasis, sehingga pasien didiagnosis mengalami 'miasis hidung O ovis dengan pupasi'.

Faktor Pemicu Kondisi Tersebut

Sebagai informasi, wanita tersebut bekerja di area luar yang berdekatan dengan ladang tempat domba merumput. Hal ini diduga menjadi sumber paparan larva.

Biasanya, lalat O ovis jarang menginfeksi manusia. Jika terjadi, larva lebih sering ditemukan di mata, bukan di hidung.

"Lalat bot O ovis jarang menyerang manusia, paling sering meletakkan larva di kantung konjungtiva yang terletak di antara kelopak mata dan bola mata," catat penulis laporan tersebut.

Pasien menjalani operasi pengangkatan larva dan pupa, serta diberikan dekongestan hidung. Dengan penanganan tersebut, ia dilaporkan sembuh total.

Secara umum, larva lalat ini tidak mampu berkembang lama di tubuh manusia dan biasanya hanya mencapai tahap awal (L1). Tetapi dalam kasus ini, larva belakang hingga tahap lanjut (L3), bahkan satu di antaranya menjadi pupa.

Padahal, tahap pupasi di dalam tubuh mamalia disebut tidak mungkin secara biologis. Para peneliti menduga kondisi anatomi pasien, seperti septum hidung yang menyimpang serta jumlah larva yang banyak, membuat larva terperangkap di sinus dan terus berkembang.

Dari perspektif anatomi murni, para penulis berhipotesis bahwa jumlah larva yang tinggi dikombinasikan dengan penyimpangan septum hidung wanita tersebut mencegah larva tersebut keluar dari hidungnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Batuk Parah Tak Sembuh, Ternyata Ada Larva Lalat 'Bersarang' di Hidung Wanita Ini"