28 April 2026

Cerita Pria yang Didiagnosis Kanker Limfoma Hodgkins Stadium 2

Foto: Instagram @jejeadriel20 dengan izin yang bersangkutan

Pria bernama Jeje Adriel menceritakan pengalamannya yang didiagnosis kanker limfoma hodgkins stadium dua. Terlihat adanya pembengkakan pada salah satu sisi lehernya.

Jeje yang masih berusia 25 tahun itu mengungkapkan awal gejala yang dialaminya adalah benjolan kecil di leher sebelah kirinya. Tetapi, benjolan itu mengecil saat ia menjalani intermittent fasting dan gaya hidup lebih sehat.

"Awalnya coba intermittent fasting gaya hidup sehat dan lain-lain. Sempat mengecil tapi lama-kelamaan dia tetep membesar pelan-pelan. Untuk gejala lain nggak ada kayak demam keringat dingin dan lain-lain, tidak ada sama sekali makanya agak telat juga ngeceknya," cerita Jeje pada detikcom belum lama ini.

Sampai pada 17 April 2026, pria di Jakarta Utara itu didiagnosis mengidap kanker kelenjar getah bening atau limfoma hodgkins stadium dua. Setelah hasil pemeriksaan itu, Jeje bakal menjalani serangkaian proses kemoterapi.

"Kita akan berperang nanti ini. Kenapa stadium 2 karena punya gue tuh ada di kiri sama di kanan. Walaupun di kanan ini nggak ada teraba, tapi ada kayak kecil," ceritanya.

Menyoal Kanker Limfoma Hodgkins

Limfoma hodgkins adalah salah satu kanker yang menyerang sistem limfatik, yang terdiri dari organ, kelenjar, pembuluh berbentuk tabung, dan kumpulan sel yang disebut kelenjar getah bening

Sistem ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang melawan kuman, yang meliputi limpa, kelenjar timus, amandel, adenoid, dan sumsum tulang. Kondisi ini juga dapat menyerang semua area ini dan organ lain di dalam tubuh.

Dikutip dari Mayo Clinic, masih belum jelas terkait penyebab penyakit limfoma hodgkins. Kanker terjadi saat sel mengalami perubahan pada DNA, yang menyimpan instruksi kepada sel.

Pada sel kanker, perubahan DNA memberikan instruksi yang berbeda, yakni membuat lebih banyak sel dengan cepat. Sel kanker dapat terus hidup ketika sel sehat akan mati. Ini menyebabkan terlalu banyak sel.

Pada limfoma Hodgkin, sel kanker dapat menumpuk di kelenjar getah bening, sumsum tulang, limpa, dan jaringan lain di seluruh tubuh. Penyakit ini dimulai pada sel darah putih yang melawan kuman yang disebut limfosit B.

Ada beberapa faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko limfoma Hodgkin meliputi:

1. Usia
Limfoma Hodgkin paling sering didiagnosis pada orang berusia 20-an dan 30-an dan mereka yang berusia di atas 65 tahun.

2. Riwayat keluarga limfoma
Memiliki kerabat sedarah, seperti orang tua atau saudara kandung, yang menderita limfoma dapat meningkatkan risiko terkena limfoma Hodgkin.

3. Infeksi
Infeksi tertentu telah dikaitkan dengan limfoma Hodgkin. Ini termasuk virus imunodefisiensi manusia (HIV) dan virus Epstein-Barr (EBV).

4. Sistem kekebalan tubuh yang lemah atau autoimun
Memiliki kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh dapat meningkatkan risiko limfoma Hodgkin. Kondisi tersebut dapat meliputi artritis reumatoid, lupus eritematosus sistemik, sarkoidosis, dan lainnya. Sistem kekebalan tubuh juga dapat melemah setelah transplantasi organ.

Gejala dari limfoma hodgkins dimulai dari pembengkakan kelenjar getah bening, yang mungkin terasa seperti benjolan di bawah kulit. Kondisi ini paling sering terjadi di leher, ketiak, dan selangkangan. Selain itu, gejala lain yang bisa muncul seperti:
  • Demam
  • Kelelahan
  • Keringat malam yang berlebihan
  • Penurunan berat badan yang terjadi tanpa disengaja
  • Kulit gatal
Pada limfoma hodgkin, ada beberapa stadium yang berkisar dari 1-4. Pada stadium 1, limfoma Hodgkin hanya memengaruhi satu daerah kelenjar getah bening.

Pada limfoma Hodgkin stadium 2, melibatkan dua atau lebih daerah kelenjar getah bening di sisi diafragma yang sama. Masuk di stadium 3, limfoma Hodgkin melibatkan daerah kelenjar getah bening di kedua sisi diafragma.

Pada limfoma Hodgkin stadium 4, penyakit ini melibatkan daerah di luar kelenjar getah bening.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Faktor Pemicu Kanker Limfoma, Kondisi yang Diidap Pria Jakut di Usia 25 Tahun"