11 April 2026

Demi Mendapatkan Momongan, Pasangan Ini Habiskan Dana Hingga £70.000

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/adventtr

Perjuangan untuk mendapatkan buah hati sering kali menjadi perjalanan yang penuh air mata dan pengorbanan luar biasa. Jessica Peacock (47), wanita di Essex, Inggris menjadi pembicaraan hangat setelah kisahnya menghabiskan dana hingga £70.000 (sekitar Rp1,4 miliar) demi menjalani prosedur bayi tabung atau IVF (In Vitro Fertilisation) viral.

Dia harus menjalani prosedur bayi tabung karena faktor usia. Sempat dinyatakan hamil di putaran pertama IVF namun tak lama kemudian dia mengalami keguguran.

"Saat itu saya sangat bingung dan naif karena berpikir begitu hamil, semua urusan selesai. Ternyata banyak hal yang tidak saya pahami, dan rasa duka itu benar-benar berat," kata Jessica kepada Daily Mail.

Setelah keguguran tersebut, Peacock harus menjalani prosedur vakum manual untuk mengeluarkan sisa jaringan kehamilan dari rahimnya. Namun, penderitaannya belum berakhir. Ia harus menelan pil pahit keguguran sebanyak tiga kali lagi dan melewati sepuluh siklus IVF tambahan.

Perjuangan ini juga menguras finansial mereka. Setelah dua siklus gagal di Inggris, pasangan ini terpaksa mencari opsi di luar negeri karena tabungan mereka mulai menipis. Bahkan, upaya menggunakan sel telur donor dengan sperma suaminya, Ian, tetap tidak membuahkan hasil.

Jessica pun mulai dihantui kenyataan pahit bahwa ia mungkin tidak akan pernah memiliki anak sendiri. Kondisi diperparah ketika ia didiagnosis menderita endometriosis dan hydrosalpinx, kondisi saluran tuba tersumbat oleh cairan yang membuat peluang kehamilan semakin tipis. Setelah tiga kali keguguran dan tujuh putaran IVF tambahan, dia nyaris menyerah.

"Saya bilang kepada Ian (suami) bahwa saya tidak sanggup lagi," akunya. "Kami telah menghabiskan seluruh uang kami, dan secara fisik, mental, serta emosional, saya sudah habis."

Meski begitu, di lubuk hatinya yang terdalam, ia masih sangat mendambakan kehadiran seorang bayi.

Ada Masalah di Rahim

Dalam upaya terakhirnya, pasangan ini mengunjungi klinik lain di Inggris. Di sanalah dokter menemukan masalah yang sebelumnya terabaikan. Tubuhnya ternyata menyerang embrio itu sendiri.

Akhirnya, di bawah pengawasan ketat dan rencana perawatan yang direvisi, wanita berusia 46 tahun ini berhasil mempertahankan embrio terakhirnya hingga masa persalinan.

Untuk menjaga kondisinya, ia mulai memperhatikan nutrisi, kesehatan pencernaan, serta rutin berolahraga dan berjalan kaki setiap hari. Upaya itu membuahkan hasil; ia menjalani masa kehamilan yang indah tanpa masalah berarti.

Tujuh bulan kemudian, putra mereka lahir melalui operasi caesar. Kehadiran Oliver diakui Peacock telah mengubah hidup mereka selamanya.

"Saya sangat menikmati menjadi ibu baru di usia empat puluhan. Kami sudah menikmati masa muda kami dengan bepergian dan bersenang-senang, dan sekarang saatnya kami memiliki keluarga," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kisah Pejuang Garis Dua Habiskan Rp 1,4 M demi Dikaruniai Momongan"