12 April 2026

Jebakan 'Hidden Sugar' di Minuman Manis yang Bisa Sebabkan Diabetes

Foto: Getty Images/iStockphoto/insjoy

Kabar baik bagi kesehatan publik di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI resmi menyetujui revisi rancangan peraturan mengenai pencantuman label Nutri-Level pada produk pangan olahan.

Kebijakan Nutri-Level ini hadir di tengah kekhawatiran para pakar mengenai melonjaknya konsumsi sugar sweetened beverages (SSB) atau minuman berpemanis di Indonesia. Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr Zuraidah Nasution, mengungkapkan bahwa rata-rata asupan gula masyarakat dari minuman saja sudah sangat mengkhawatirkan.

"Batas asupan gula yang dianjurkan per hari adalah sekitar 50 gram (4 sendok makan). Bayangkan, 50 persen dari batas itu terkadang sudah terpenuhi hanya dari satu porsi minuman berpemanis saja," jelas Dr Zuraidah dikutip dari laman IPB University, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, akses yang mudah terhadap produk boba, kopi kekinian, dan minuman kemasan membuat masyarakat sering kali tidak sadar telah melampaui ambang batas aman. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan rata-rata gula yang dikonsumsi dari minuman berpemanis saja dapat mencapai sekitar 50 persen dari batas harian yang dianjurkan.

Selain regulasi pemerintah, Dr Zuraidah menekankan pentingnya peran keluarga. Kebiasaan konsumsi manis yang terbentuk sejak kecil akan sulit diubah saat dewasa.

"Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi kita yang mengatur. Batasi jumlahnya, perhatikan total gula seharian, dan jadikan label gizi sebagai panduan utama," ucap dia.

Indikator Warna Nutri Level

Sistem pelabelan Nutri Level ini menggunakan indikator warna dan huruf ini diharapkan menjadi senjata utama masyarakat dalam memerangi penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes.

"Dua hari yang lalu kami telah putuskan, kita menggunakan sistem apa yang kita sebut dengan alfabet dan berdasarkan warna," ujar Taruna Ikrar di Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Sistem Nutri-Level akan membagi kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL) ke dalam empat tingkatan (A-D) yang memudahkan konsumen membedakan kualitas gizi produk secara instan yakni:
  • Level A (Hijau Tua): Kandungan GGL paling rendah (sangat sehat).
  • Level B (Hijau Muda): Kandungan GGL rendah.
  • Level C (Kuning): Kandungan GGL sedang, perlu dikonsumsi dengan bijak.
  • Level D (Merah): Kandungan GGL tinggi, sangat perlu dibatasi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jebakan 'Hidden Sugar' di Minuman Manis yang Bikin Warga +62 Rentan Diabetes"