25 April 2026

Kursi Besi Minimarket, Tempat Healing dari Hiruk Pikuk Dunia

Kursi besi minimarket, tempat nyaman untuk healing sejenak dari 'berisik'-nya dunia (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)

Pernah nggak sih dunia seakan-akan berjalan sangat berisik, sehingga membuat kepala terasa penuh? Biasanya, saat mengalami ini, banyak orang memilih untuk 'healing' di kursi besi minimarket.

Ada yang mampir ketika pulang kerja atau malam hari ketika overthinking itu datang. Tanpa disadari, kursi besi ini punya 'jam sibuk emosional'-nya sendiri.

Kursi besi minimarket ini bisa dikatakan sederhana, nggak estetik, nggak juga yang privat, tapi di sinilah letak ajaibnya. Kenapa tempat ini terasa sangat nyaman untuk sekadar duduk melihat dunia yang nggak baik-baik saja?

Psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan fenomena baik laki-laki atau perempuan yang duduk-duduk di kursi besi minimarket dinamakan psychological behavior.

Lalu mengapa terasa nyaman, dr Lahargo mengatakan karena tempat tersebut merupakan 'zona tengah'. Lokasi yang dianggap 'aman' atau netral tanpa tuntutan.

"Di rumah ada tuntutan keluarga, anak, ada peran, ada ekspektasi. Sementara di tempat kerja ada tekanan, deadline, target, atasan," kata dr Lahargo kepada detikcom, Kamis (23/4/2026).

"Nah, di depan minimarket nggak ada yang nuntut, nggak ada yang ngejar. Tapi juga nggak sendirian banget gitu. Jadi secara psikologis ini disebut safe anonymous space," sambungnya.

Di tempat seperti ini, lanjut dr Lahargo, seseorang bisa duduk dengan tenang melihat orang lalu-lalang tanpa harus ngobrol dan merasa kesepian. Menurutnya, sensasi seperti ini yang mungkin dicari.

"Kadang bukan mau mikir berat. Tapi justru lagi capek mikir, jadi diem aja deh gitu," tegasnya.

Kenapa Laki-laki Lebih Banyak yang Melakukan Ini?

Harus diakui bahwa di media sosial, laki-laki sering sekali membuat konten duduk merenung di kursi minimarket. Tentu, tanpa memandang sebelah mata jumlah perempuan.

Menurut dr Lahargo, hal ini juga bisa dijelaskan dari sisi psikologis. Karena laki-laki dan perempuan memiliki cara menyelesaikan masalah atau mekanisme koping yang berbeda.

"Kalau pria atau laki-laki ini cenderung internalizing, tambah dengan withdrawal sehingga yang kelihatan adalah diam, menjauh, dan memprosesnya sendiri," kata dr Lahargo.

"Sementara wanita, dia cenderung externalizing tambah dengan sharing ya. Jadi judulnya cerita, curhat, cari koneksi gitu. Makannya ada istilah, cowok stres diam seribu bahasa, tapi kalau cewek stres telepon sahabat berjam-jam," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ajaibnya Kursi Besi Minimarket, Tempat Healing dari Dunia yang 'Berisik'"