30 April 2026

Stop Sebar Foto dan Video Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto

Sebuah kecelakaan kereta terjadi melibatkan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Secara keseluruhan KAI menyebut kini total ada 81 korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit.

"Jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu 7 orang," ujar Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Pengguna media sosial saling menyampaikan simpatik dan keprihatinan atas berita kecelakaan tersebut. Tetapi seiring itu, banyak juga warganet yang membagikan foto atau video berisi suasana maupun korban di lokasi kecelakaan.

Namun, sebenarnya tindakan tersebut sangat tidak dibenarkan. Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum mengatakan hal ini bisa menyebabkan kecemasan, tidak hanya untuk keluarga korban, tetapi pada orang lain yang melihatnya.

"Jadi, sebaiknya tidak menyebarkan foto yang ada gambar korban-korban kecelakaan tersebut," kata Nuzulia Rahma kepada detikcom saat menanggapi terkait kecelakaan maut serupa.

"Sebab, foto dengan gambar yang mengenaskan seperti darah menggenang juga bisa saja memberikan trigger kecemasan pada orang yang melihatnya," sambungnya.

Senada dengan itu, psikolog klinis Veronica Adesla menyebut dampak tersebarnya foto dan video kecelakaan sangat berdampak pada keluarga korban. Mereka bisa mengalami emosi yang semakin parah, seperti kesedihan, kemarahan, hingga trauma berkepanjangan.

"Keluarga korban sendiri saat ini sedang shock dan berjolak secara emosional dengan tragedi yang menimpa anggota keluarganya, yang mengakibatkan mereka kehilangan anggota keluarga yang dikasihi," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kecelakaan Kereta di Bekasi, Stop Sebar Foto-Video Korban!"