![]() |
| Foto: Ari Saputra/detikFoto |
Ikan sapu-sapu di beberapa negara Amerika Latin kerap diolah menjadi olahan lezat yang menggugah selera. Namun, di Indonesia, ikan ini dianggap 'musuh', bahkan tidak direkomendasikan untuk dimakan, kenapa ya?
Nutrisionis Rita Ramayulis mengatakan sebenarnya ikan sapu-sapu tidak ada bedanya dengan ikan jenis lain. Bahkan, meskipun tampilannya cukup seram, ikan ini kaya akan nutrisi.
"Sebenarnya ikan sapu-sapu nggak ada bedanya kayak ikan lain kan. Dia, kaya protein, kaya kalsium, kaya zat besi, dia juga ada kandungan lemaknya walaupun relatif lebih rendah. Jadi dia makanan sebenarnya," kata Rita saat berbincang di program Sunset Talk, detikSore, Senin (4/5/2026).
Namun, perbedaan lingkungan hidup ikan sapu-sapu inilah yang membuat mengapa di luar negeri bisa dimakan, sementara di Indonesia tidak. Menurut Rita, lingkungan ikan sapu-sapu di Indonesia sudah tercemar zat-zat yang berbahaya.
"Kalau ikan lain atau makhluk hidup lain kalau masuk toksik ke tubuhnya, toksik itu merusak jaringannya kan. Khusus ikan ini (sapu-sapu) nggak," kata Rita.
"Kalau ada toksik masuk, racun masuk, itu diisolasi oleh tubuhnya. Terus diisolasi pada tempat yang aman, yang nggak akan merusak organnya. Makannya dia bertahan hidup terus," sambungnya.
Kemampuan untuk bertahan hidup yang tinggi, bahkan di lingkungan yang tercemar sekalipun membuat ikan ini sangat mudah untuk berkembang biak.
"Karena fungsi tubuhnya itu bukan melawan si racun. Tapi membuat si racun itu menjadi bagian dari dirinya," katanya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ini Kandungan Gizi Ikan Sapu-sapu, Tapi Warga RI Nggak Disarankan Konsumsi"
