05 May 2026

Lele Tak Sejorok yang Dibayangkan, Ini Komentar Pakar IPB

Budidaya lele sudah sedemikian maju, tidak sejorok yang dibayangkan. Foto: iStock

Masih banyak orang ragu mengonsumsi lele karena anggapan lama bahwa ikan ini hidup di lingkungan kotor dan "makan sembarangan". Kekhawatiran ini wajar, apalagi jika dikaitkan dengan keamanan pangan.

Namun, praktik budidaya lele saat ini sudah jauh berkembang. Lele umumnya dipelihara dalam sistem terkontrol dengan air bersih, pakan terstandar, serta dukungan teknologi. Artinya, kualitas lele yang beredar di pasaran sangat bergantung pada bagaimana ikan tersebut dibudidayakan.

"Anggapan tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi budidaya saat ini. Budidaya saat ini lele dipelihara dengan menggunakan air bersih secara intensif dengan berbagai macam metode teknologi," ujar Dr Ir Cecilia Eny Indriastuti, M.Si, pakar budidaya perikanan dari IPB University.

Lalu, bagaimana sebenarnya lele yang sehat itu dibudidayakan? Apa saja faktor yang menentukan kualitasnya hingga aman dikonsumsi?

Budidaya Terkontrol dan Teknologi Jadi Penentu Kualitas

Keamanan lele yang dikonsumsi sangat ditentukan sejak tahap budidaya. Lingkungan pemeliharaan, kualitas air, hingga asal benih menjadi faktor penting yang memengaruhi hasil akhir.

"Dipelihara di wadah terkontrol, dari air sumber/ sumur atau mengalir, pemilihan benih unggul berkualitas, mengetahui asal usul induk, dipelihara dengan pakan yang berkecukupan nutrient sesuai kebutuhan lele, dengan penggunaan teknologi (probiotik, bioflok, Recirculating Aquaculture System)," jelas Cecilia saat dihubungi detikcom, Kamis (23/4/2026).

Ia juga menyinggung soal bahan pakan yang kerap disalahpahami. Pada dasarnya, pakan ikan maupun ternak dibuat dari bahan baku yang tidak dikonsumsi manusia untuk menekan produksi.

Menurutnya, bahan tersebut tetap melalui proses agar aman digunakan sebagai pakan.

"Jadi beberapa bahan pakan boleh dibilang merupakan 'limbah' atau produk samping dari pengolahan bahan pangan manusia, yang kemudian diproses untuk memenuhi standar pakan yang baik," terangnya.

Dengan sistem budidaya yang terkontrol dan penggunaan teknologi, risiko kontaminasi dapat ditekan, sehingga lele yang dihasilkan lebih aman untuk dikonsumsi.

Pakan Berkualitas Tentukan Pertumbuhan dan Lingkungan

Selain lingkungan, pakan menjadi faktor penting yang turut menentukan kualitas dan keamanan lele. Tidak hanya berpengaruh pada pertumbuhan, pakan juga berkaitan dengan kondisi kolam yang berdampak langsung pada kesehatan ikan.

"Pakan sangat mempengaruhi pertumbuhan ikan dan kualitas daging ikan lele. Pakan yang berkualitas akan dicerna lebih baik oleh usus lele sehingga pertumbuhan lele lebih cepat dan penggunaan pakan lebih efisien," jelas Cecilia.

Ia menambahkan, pengelolaan pakan yang baik juga berperan dalam menjaga kualitas lingkungan budidaya.

"Di samping itu penggunaan pakan yang efisien dapat mereduksi buangan (limbah) akibat pakan tidak termakan dan hasil sekresi akibat pakan yang tidak tercerna yang akan merusak lingkungan hidup ikan lele (meningkatkan amonia). Dengan demikian akan lebih menguntungkan bagi pembudidaya lele," ujarnya.

Dengan kata lain, pakan yang berkualitas tidak hanya mendukung pertumbuhan lele secara optimal, tetapi juga membantu menjaga kondisi kolam tetap stabil dan minim pencemaran. Hal ini menjadi penting karena lingkungan budidaya yang baik akan berpengaruh pada keamanan ikan saat dikonsumsi.

Seiring dengan berkembangnya sistem budidaya-mulai dari penggunaan air bersih, teknologi, hingga pakan terstandar-lele pada dasarnya aman untuk dikonsumsi. Kuncinya terletak pada bagaimana ikan tersebut dibudidayakan. Semakin baik prosesnya, semakin terjamin pula kualitas lele yang sampai ke meja makan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Lele Tak Sejorok yang Dibayangkan, Pakar IPB Beberkan Teknologinya"