13 October 2026

China Calonkan Veteran SARS-COVID Song Li Jadi Dirjen WHO

Pesaing baru di bursa calon Direktur Jenderal (Dirjen) WHO baru, Song Li dari China. (Foto: Getty Images/diegograndi)

Persaingan memperebutkan kursi nomor satu di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kian memanas. China secara resmi mengusung pejabat senior kesehatan publiknya, Song Li, untuk maju sebagai calon Direktur Jenderal (Dirjen) WHO berikutnya menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Langkah Beijing ini secara langsung memicu konstelasi menarik di kawasan Asia. Pasalnya, Indonesia sebelumnya juga telah meramaikan bursa pencalonan lewat sosok Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS).

Munculnya nama Song Li bak menghadirkan 'penantang berat' bagi BGS dalam perebutan takhta kepemimpinan kesehatan global tersebut.

Kabar pencalonan Song Li disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning. Ia mengonfirmasi pengajuan nama Song Li sebagai suksesor Tedros.

"Jika terpilih, China meyakini Song Li akan membantu WHO memainkan peran yang lebih aktif dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan seluruh umat manusia," terang Mao Ning dalam keterangannya kepada awak media yang dikutip dari Reuters.

Rekam Jejak 20 Tahun di Krisis Kesehatan Global

Song Li bukan sosok sembarangan di kancah kesehatan publik. Berdasarkan biografi resminya, ia mengantongi pengalaman selama dua dekade, terutama dalam ranah kebijakan kesehatan ibu dan anak serta kerja sama internasional.

Tak hanya itu, Song Li tercatat berada di garis depan saat China menghadapi berbagai krisis kesehatan besar. Mulai dari penanganan outbreak SARS, wabah flu burung, hingga pandemi COVID-19.

Pada 2020 lalu, ia bahkan menjabat sebagai pemimpin redaksi dokumen panduan pencegahan dan pengendalian COVID-19 yang menjadi standar nasional pengelolaan kesehatan ibu dan anak di China.

Pencalonan Song Li dilakukan di tengah dinamika geopolitik kesehatan yang sensitif. WHO sebelumnya kerap mendapat sorotan dan kritik keras dari pemerintahan Amerika Serikat terkait penanganan pandemi serta tuduhan bias terhadap China, tudingan yang berulang kali ditepis tegas.

Seorang mantan pejabat senior WHO menilai, langkah Beijing mendaftarkan kandidatnya bisa menjadi bagian dari strategi manuver diplomasi.

"China kemungkinan memanfaatkan pencalonan ini sebagai posisi tawar (leverage) untuk memperoleh pengaruh yang lebih besar di WHO. Sekaligus memastikan lebih banyak pejabat senior asal China menempati posisi strategis," ungkapnya.

Peta Persaingan Perebutan Kursi Dirjen WHO

WHO dijadwalkan bakal merilis daftar lengkap seluruh kandidat setelah rangkaian rapat komite regional selesai pada awal November mendatang. Sejauh ini, sudah ada enam nama kandidat lain yang mewakili berbagai negara:
  • Budi Gunadi Sadikin dari Indonesia
  • Dr Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar
  • Dr Hanan Balkhy dari Arab Saudi
  • Dr Hans Henri P Kluge dari Belgia
  • Dr MarĂ­a P Neira dari Spanyol
  • Dr Gevorg Tamamyan dari Botswana
Masuknya nama Song Li makin memperketat persaingan diplomasi kesehatan dunia. Dengan latar belakang teknis rekam jejak krisis kesehatan publik yang kuat, Song Li diprediksi menjadi salah satu rival dalam bursa Dirjen WHO kali ini.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "BGS Dapat Saingan Baru, China Usul Veteran SARS-COVID Song Li Jadi Dirjen WHO"