11 October 2026

Pria 26 Tahun di Sukabumi Menanti Donor Kornea

Foto: Dokumentasi dari Yudha Satria Suhendar

Berobat ke rumah sakit mungkin menjadi hal yang biasa bagi sebagian orang. Namun, bagi Yudha Satria Suhendar (26), setiap perjalanan ke rumah sakit menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan penglihatannya.

Pria asal Kabupaten Sukabumi tersebut harus menjalani pengobatan di tengah kondisi penglihatannya yang terus menurun akibat keratoconus bilateral.

Keratoconus merupakan kondisi ketika kornea mata menipis dan perlahan menonjol ke luar hingga berbentuk seperti kerucut. Pada Yudha, kondisi tersebut terjadi pada kedua matanya sehingga ketajaman penglihatannya terus menurun.

"Tantangan terbesar saya adalah keterbatasan penglihatan, sehingga aktivitas sehari-hari dan berobat menjadi lebih sulit," cerita Yudha kepada detikcom, Selasa (6/10/2026).

Sempat Jalani Tindakan CXL

Sekitar satu tahun lalu, Yudha sebenarnya sudah menjalani tindakan Corneal Cross-Linking (CXL) di Pusat Mata Nasional (PMN) RS Mata Cicendo, Bandung. Prosedur tersebut ditujukan untuk memperkuat kornea matanya.

Namun, akibat kondisi korneanya yang terlanjur sangat tipis, CXL belum mampu memperbaiki fungsi penglihatannya secara optimal. Dokter pun memutuskan bahwa satu-satunya jalan adalah tindakan operasi cangkok atau transplantasi kornea.

Di sinilah kendala terbesar mulai membentang. Selain keterbatasan fisik, Yudha kini harus berhadapan dengan masa penantian donor kornea yang tidak pasti. Momen menunggu tanpa tahu kapan donor akan tersedia menjadi ujian psikologis tersendiri baginya.

"Kendalanya lebih kepada proses menunggu donor kornea yang cukup lama dan belum ada kepastian kapan mendapatkannya. Tapi dokter juga memberikan harapan bahwa kondisi saya masih bisa ditangani dengan cangkok kornea, jadi saya tetap optimis," lanjutnya.

Biaya Pengobatan Ditanggung BPJS Kesehatan

Meskipun dihadapkan pada lamanya antrean donor, Yudha mengaku sedikit bernapas lega. Sebab, seluruh biaya pengobatan dan tindak medis yang diterimanya selama ini dapat ditanggung oleh program BPJS Kesehatan.

Melalui perjuangan panjangnya, ia menaruh harapan besar agar pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap ketersediaan fasilitas dan jaringan donor organ di dalam negeri.

"Harapan saya semoga bisa segera mendapatkan donor dan punya kesempatan untuk melihat lebih baik serta hidup lebih mandiri. Untuk pemerintah, saya berharap akses donor kornea dan proses transplantasi bisa lebih mudah, cepat, dan merata bagi masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.

Tak lupa, di tengah perjuangannya menanti kepastian, Yudha menyampaikan pesan penguat bagi para penderita keratoconus dan gangguan penglihatan lainnya di seluruh Indonesia.

"Untuk teman-teman sesama pejuang, jangan mudah menyerah dan tetap saling menguatkan," tutup Yudha.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pria 26 Tahun di Sukabumi Berjuang Lawan Keratoconus, Menanti Donor Kornea"