23 March 2026

Bahayanya Minum Simvastatin Tanpa Resep Dokter

Ilustrasi obat. (Foto: Shutterstock)

Hidangan bersantan dan daging berlemak khas Lebaran sering kali membuat masyarakat "khilaf" hingga kadar kolesterol melonjak. Kondisi ini memicu kebiasaan berbahaya: mengonsumsi obat Simvastatin secara mandiri tanpa resep dokter sebagai "senjata" instan penurun kolesterol.

Padahal, para ahli menegaskan bahwa simvastatin adalah obat keras yang penggunaannya wajib di bawah pengawasan medis. Jika dikonsumsi sembarangan, alih-alih sehat, organ tubuh lain justru bisa terancam.

Banyak orang salah kaprah menganggap Simvastatin bisa bekerja seketika setelah makan enak. Spesialis penyakit dalam dr Rudy Kurniawan, SpPD menjelaskan bahwa golongan obat statin tidak dirancang untuk penggunaan jangka pendek.

"Simvastatin maupun golongan statin yang lain tidak bekerja untuk jangka pendek. Jadi semisal makan Simvastatin beberapa hari dengan harapan dapat menurunkan atau menjaga kadar kolesterol adalah hal yang tidak benar," tegas dr Rudy kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Efek samping lain yang jarang diketahui masyarakat namun bersifat fatal adalah gangguan otot yang parah. Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno memaparkan risiko mulai dari reaksi alergi hingga kondisi serius yang disebut rabdomiolisis atau erusakan jaringan otot rangka.

"Simvastatin bila digunakan tanpa indikasi bisa menghasilkan efek samping yang buruk buat tubuh, mulai dari reaksi alergi, gangguan hati, rabdomiolisis, dan beberapa efek samping lain," kata dr Aru.

Ia menyarankan agar Simvastatin hanya dikonsumsi jika pasien memiliki faktor risiko stroke, penyumbatan pembuluh darah jantung, atau kadar LDL yang memang tinggi berdasarkan hasil laboratorium.

"Kondisi ini sebaiknya dicek ke dokter dulu," tandas dia.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Nyetok Simvastatin Biar Bisa Kalap Makan Saat Lebaran? Hati-hati, Ini Risikonya"