24 March 2026

Benarkah Teh Hijau dan Air Jeruk Bisa Netralkan Kolesterol dan Asam Urat?

Teh hijau dan air jeruk. Foto: iStock

Lebaran di Indonesia identik dengan hidangan yang kaya santan dan lemak. Menu-menu khas saat lebaran seperti opor ayam, rendang, sambal goreng ati, hingga berbagai gorengan menjadi menu yang hampir tidak pernah absen. Dalam sehari, seseorang bisa beberapa kali menyantap makanan yang tinggi lemak.

Setelah makan hidangan berlemak, ada yang percaya minum teh hijau atau air jeruk dapat membantu "menetralkan" makanan yang baru saja disantap. Minuman ini pun kerap dipilih sebagai penutup setelah menikmati hidangan bersantan seperti opor atau rendang saat Lebaran.

Pertanyaannya, apakah ini hanya kebiasaan turun-temurun, atau memang ada penjelasan ilmiahnya?

Teh Hijau

Teh hijau sering dipilih sebagai minuman setelah makan berat. Di beberapa daerah di Indonesia, teh hijau bahkan biasa disajikan hangat dan biasanya dengan tambahan gula sebagai minuman pendamping setelah makan.

Di balik kebiasaan ini, teh hijau memang mengandung polifenol yang disebut katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang telah banyak diteliti dalam kaitannya dengan metabolisme lemak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Nutrition Journal tahun 2020 menemukan bahwa katekin dari teh hijau dapat membantu menekan peningkatan trigliserida setelah konsumsi makanan tinggi lemak. Senyawa ini diduga menghambat aktivitas enzim lipase pankreas sehingga penyerapan sebagian lemak dapat berlangsung lebih lambat.

Ketika aktivitas enzim tersebut sedikit terhambat, sebagian lemak dari makanan tidak sepenuhnya dipecah dan diserap oleh tubuh. Akibatnya, jumlah lemak yang masuk ke aliran darah setelah makan dapat menjadi lebih rendah dibandingkan tanpa konsumsi katekin.

Meski demikian, efek ini tidak berarti teh hijau bisa menghapus asupan lemak dari makanan yang baru saja dikonsumsi. Selain itu, jika teh hijau diminum dengan tambahan gula, manfaatnya terhadap metabolisme juga bisa berbeda karena tubuh tetap menerima tambahan asupan gula dari minuman tersebut.

Air Jeruk

Air jeruk juga sering dipilih setelah makan makanan bersantan karena rasanya segar. Banyak yang merasa sensasi asamnya bisa mengurangi rasa berminyak di mulut. Secara ilmiah, jeruk mengandung berbagai senyawa bioaktif. Selain vitamin C, buah sitrus juga memiliki flavonoid seperti hesperidin serta kelompok senyawa yang disebut limonoid, salah satunya limonin glukosida.

Penelitian dalam Journal of Functional Foods tahun 2015 menunjukkan bahwa limonoid dari buah sitrus dapat memengaruhi metabolisme kolesterol di hati dan berkaitan dengan penurunan kadar kolesterol LDL dalam tubuh. Senyawa ini diduga membantu mengatur produksi kolesterol di hati sekaligus meningkatkan proses pembuangannya melalui empedu.

Selain itu, penelitian dalam jurnal Advances in Nutrition tahun 2021 menemukan bahwa konsumsi air jeruk (100% tanpa tambahan gula) dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan respons inflamasi yang biasanya meningkat setelah makan makanan berlemak. Kondisi ini penting karena stres oksidatif yang berulang dapat berkaitan dengan berbagai masalah metabolik.

Kesimpulannya, Mitos atau Fakta?

Kebiasaan minum teh hijau atau air jeruk setelah makan makanan berlemak ternyata tidak sepenuhnya mitos. Sejumlah penelitian memang menunjukkan bahwa kedua minuman ini mengandung senyawa yang dapat berperan dalam metabolisme lemak dan kolesterol di dalam tubuh.

Katekin pada teh hijau, misalnya, dalam beberapa penelitian diketahui dapat memengaruhi proses pencernaan lemak sehingga sebagian lemak tidak sepenuhnya diserap oleh tubuh. Sementara itu, senyawa bioaktif pada jeruk seperti flavonoid dan limonoid berkaitan dengan metabolisme kolesterol serta membantu mengurangi stres oksidatif setelah makan tinggi lemak.

Meski demikian, kedua minuman ini tidak bekerja seperti "penetral" yang langsung menghilangkan lemak dari makanan yang baru saja dikonsumsi. Tubuh tetap harus memproses lemak melalui sistem pencernaan dan metabolisme seperti biasa.

Dengan kata lain, minum teh hijau atau air jeruk setelah makan hidangan Lebaran boleh saja dilakukan sebagai bagian dari kebiasaan makan. Namun, yang jauh lebih berpengaruh bagi kesehatan tetaplah pola makan secara keseluruhan, termasuk porsi makanan, frekuensi konsumsi makanan berlemak, serta keseimbangan dengan asupan sayur, buah, dan aktivitas fisik.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Teh Hijau dan Air Jeruk untuk Netralkan Kolesterol dan Asam Urat, Mitos atau Fakta?"