30 March 2026

Dokter Internship Meninggal Diduga Karena Campak, Ini Keterangan Resmi Kemenkes

Foto: iStock

Dokter internship berinisial AMW (26) di Cipanas, Kabupaten Cianjur meninggal dunia setelah didiagnosis sebagai kasus suspek campak dengan komplikasi berat.

Dalam keterangan resmi Kemenkes, almarhum sempat mengalami gejala klinis berupa demam, ruam merah, serta sesak napas berat. Investigasi sementara menunjukkan bahwa penyakit campak yang diderita memicu komplikasi pneumonia, yang memperburuk kondisi kesehatannya secara signifikan.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan ini adalah kehilangan mendalam di dunia medis Tanah Air.

"Kita amat sedih dan berduka dengan wafatnya sejawat dokter di usia yang amat muda ini. Penyakit campak masih menjadi masalah kesehatan penting di negara kita," kata Prof Tjandra dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).

Menurut Prof Tjandra, setidaknya ada lima hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah usai kasus kematian dokter muda tersebut.

1. Campak dan Pneumonia
Komplikasi penyakit campak dan pneumonia, menurut Prof Tjandra merupakan kondisi yang tidak bisa dianggap sepele.

"Ada lima hal yang dapat disampaikan tentang keadaan ini. Pertama, campak dengan pneumonia pada dewasa adalah penyakit berat dan punya komplikasi fatal dan mematikan," katanya.

2. Penyebab Utama Kematian
Eks Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara tersebut mengatakan bahwa pneumonia pada kondisi campak menjadi faktor utama fatalitas pasien.

"Kedua, memang kejadian pneumonia berat merupakan penyebab kematian utama pada infeksi virus campak," katanya.

3. Campak di Sistem Pernapasan
Prof Tjandra menambahkan komplikasi campak di sistem pernapasan setidaknya ditandai tiga hal, yakni demam tinggi, radang paru, dan gagal napas. Ini menjadi salah satu tanda bahaya yang perlu mendapatkan perhatian segera.

4. Pengobatan Campak
Para pasien campak, lanjut Prof Tjandra seharusnya mendapatkan pengobatan layak dan cepat. Tentu untuk mencegah kejadian lanjutan yang lebih fatal.

"Keempat, pengobatan pada dasarnya adalah suportif, pemberian oksigen, dosis tinggi vitamin A. Ada memang di luar negeri yang pernah memberikan juga obat anti viral Ribavirin, tetapi hasilnya belum punya dasar ilmiah yang kuat," katanya.

5. Vaksinasi Campak untuk Dewasa
Vaksinasi campak pada orang dewasa juga perlu mendapatkan perhatian. Laman Center of Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan ada dua hal tentang vaksinasi ini.

"Kesatu, prioritas vaksinasi campak pada dewasa antara lain pada petugas kesehatan (ini perlu jadi perhatian pemerintah), orang Amerika yang bepergian ke daerah dengan campak sedang mewabah dan atau kelompok khusus lainnya," kata Prof Tjandra.

"Kedua, pada umumnya vaksin campak pada dewasa dapat diberikan satu dosis, walaupun pada keadaan tertentu perlu dua dosis, tergantung faktor risiko yang ada," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Muda di Cianjur Meninggal Diduga Campak, Pakar Soroti Komplikasi Pneumonia"