31 March 2026

Tidak Matikan Kompor Usai Masakan Matang Akan Merusak Nutrisinya

Matikan kompor setelah masakan matang. Foto: Getty Images/iStockphoto/Neustockimages

Dalam sebuah kesempatan di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan untuk menghemat gas ketika memasak sebagai langkah efisiensi energi di tengah situasi konflik Timur Tengah yang masih berlanjut. Pernyataan itu disampaikan dalam acara yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian ESDM.

Dalam pesannya, Bahlil mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak, termasuk saat memasak dengan LPG.

"Saya memohon, menyarankan agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak. Yang tidak perlu saya sarankan jangan. Contoh, katakanlah kalau masak pakai LPG, kalau masakannya sudah masak jangan kompornya boros," ujar Bahlil pada saat itu.

Meski tidak disinggung secara spesifik dalam pernyataan tersebut, mematikan kompor setelah masakan matang juga bisa saja dianggap sebagai langkah menghemat energi. Namun demikian, dari sudut pandang kesehatan maka praktik ini juga dikaitkan dengan kualitas nutrisi dalam masakan.

Matikan Kompor Saat Masakan Sudah Matang

Dalam ilmu gizi, istilah overcooking merujuk pada proses memasak terlalu lama atau pada suhu terlalu tinggi. Kondisi ini membuat makanan memang semakin lunak, tetapi juga bisa merusak berbagai zat gizi yang sensitif terhadap panas.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin yang larut air seperti vitamin C dan sebagian vitamin B sangat mudah rusak ketika terpapar panas terlalu lama. Bahkan, overcooking pada sayuran disebut sebagai salah satu penyebab terbesar hilangnya nutrisi selama proses memasak.

Studi tentang metode memasak juga menunjukkan bahwa waktu dan suhu adalah faktor paling menentukan kualitas nutrisi makanan. Semakin lama makanan berada di atas panas tinggi, semakin besar kemungkinan terjadinya degradasi vitamin, antioksidan, dan senyawa bioaktif lainnya.

Kondisi tersebut menjelaskan mengapa kompor sebaiknya dimatikan ketika makanan sebenarnya sudah matang. Panas tambahan setelah titik kematangan tercapai tidak lagi memberikan manfaat pada proses memasak dan justru dapat merusak kualitas nutrisi.

Residu Panas Masih Bisa Mematangkan Masakan

Proses memasak tidak langsung berhenti ketika api dimatikan. Panas yang tersimpan di dalam bahan makanan, panci, serta uap air masih dapat melanjutkan proses pemanasan untuk beberapa waktu.

Dalam kajian ilmu pangan, panas yang tersisa di dalam wadah masak dapat terus berpindah ke bagian dalam makanan. Perpindahan panas tersebut membuat suhu makanan tetap meningkat sesaat setelah sumber panas dihentikan sehingga proses pematangan masih berlangsung.

Situasi ini sering terlihat pada masakan berkuah atau tumisan. Setelah kompor dimatikan, uap panas di dalam panci masih membantu menyelesaikan proses memasak secara perlahan. Cara ini sering dimanfaatkan dalam teknik memasak agar makanan tidak menjadi terlalu matang.

Mengatur Suhu dan Penyimpanan Makanan

Penggunaan api yang terlalu besar sering membuat makanan cepat matang di bagian luar tetapi belum matang sempurna di bagian dalam. Kondisi tersebut akhirnya membuat waktu memasak menjadi lebih lama karena makanan harus kembali dipanaskan.

Penelitian dari jurnal Academic Letters tahun 2025 mengenai pengaruh suhu tinggi terhadap kualitas bahan pangan menunjukkan bahwa paparan panas berlebih dapat memengaruhi stabilitas nutrisi sekaligus mengubah tekstur makanan. Pengaturan suhu yang tepat selama proses memasak membantu mempertahankan kualitas bahan pangan.

Tahap setelah memasak juga tidak kalah penting. Makanan yang sudah matang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang karena kondisi tersebut memungkinkan bakteri berkembang lebih cepat. Pendinginan dan penyimpanan yang tepat membantu menjaga keamanan makanan sebelum dikonsumsi kembali.

Pesan hemat gas yang ramai dibicarakan itu pada akhirnya juga menyentuh prinsip dasar memasak yang sehat dan bergizi. Mematikan kompor tepat waktu membantu menghindari pemanasan berlebihan, menjaga kualitas nutrisi makanan, sekaligus membuat penggunaan energi di dapur menjadi lebih efisien.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Matikan Kompor Setelah Masakan Matang! Bukan Apa-apa, Overcooked Bisa Merusak Nutrisi"