11 April 2026

Kemenkes Prioritaskan Vaksin Campak untuk 290 Ribu Nakes

Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bergerak cepat melindungi para tenaga kesehatan (nakes) di tengah munculnya lonjakan kasus campak di berbagai daerah. Kemenkes kini memprioritaskan vaksinasi campak bagi kelompok dewasa, menyusul terbitnya izin perluasan indikasi vaksin Measles-Rubella (MR) dari BPOM untuk usia dewasa.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, L. Rizka Andalusia, menjelaskan bahwa para nakes merupakan kelompok yang paling berisiko tertular karena bersentuhan langsung dengan pasien di fasilitas kesehatan.

"Tentunya dengan adanya KLB (Kejadian Luar Biasa) ini, potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi," ungkap Rizka dalam keterangannya, Rabu (9/4/2026).

Rincian Sasaran 290 Ribu Dosis

Program vaksinasi dewasa ini menyasar sekitar 290.000 orang di wilayah prioritas. Berikut rincian kelompok yang menjadi fokus utama Kemenkes:
  • 223.150 Tenaga Kesehatan dan 39.212 Tenaga Medis yang tersebar di 14 provinsi dengan tingkat kasus campak tertinggi.
  • 28.321 Dokter Umum dan Dokter Gigi yang saat ini sedang menjalani masa internship di seluruh wilayah Indonesia.
Stok Vaksin Nasional Melimpah

Masyarakat dan tenaga kesehatan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan dosis. Rizka memastikan stok vaksin MR nasional saat ini mencapai 9,8 juta dosis, jumlah yang diprediksi mencukupi kebutuhan hingga 5,5 bulan ke depan.

Untuk menjaga distribusi tetap merata dan mencegah kerusakan vaksin, Kemenkes menggunakan sistem digital SMILE melalui platform Satu Sehat Logistik.

"Kami dapat memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten/kota sampai ke Puskesmas, sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real-time," tegas Rizka.

Izin BPOM Berdasarkan Kajian Ilmiah

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menambahkan bahwa izin penggunaan vaksin MR, MMR, hingga vaksin campak tunggal untuk orang dewasa diberikan setelah melalui kajian ketat. Vaksin yang disetujui mencakup produksi Bio Farma/Serum Institute of India, GSK, hingga MSD.

Menurut Taruna, hal ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan setiap intervensi kesehatan, termasuk perluasan usia vaksinasi, tetap memenuhi standar keamanan dan khasiat yang tinggi.

Meski nakes dewasa kini menjadi prioritas, Kemenkes tetap memberikan imbauan keras kepada para orang tua. Rizka mengingatkan agar imunisasi dasar lengkap pada anak mulai dari usia 9 bulan, 18 bulan, hingga booster di masa sekolah dasar, harus tetap dipenuhi untuk memutus rantai penularan campak secara permanen.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kemenkes Prioritaskan Vaksin Campak Dewasa untuk 290 Ribu Nakes di 14 Provinsi"