![]() |
| Manager Public Affairs and Sustainability Aqua Jeffri Ricardo memberikan paparan. (Foto: DetikHealth/Averus Al Kautsar) |
Banyak yang mungkin nggak sadar, kualitas air di sebuah tempat bisa berdampak besar bagi kesehatan masyarakat. Salah satu cara untuk melindunginya adalah lewat konservasi air.
Konservasi air merupakan upaya menjaga ketersediaan dan kualitas air melalui perlindungan sumber air, penggunaan yang efisien, hingga pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Manfaat utamanya adalah menjaga kualitas dan keamanan air itu sendiri, hingga terpenting adalah menjaga cadangan air agar tetap tersedia.
Salah satu bentuk konservasi air juga dilakukan di Sungai Pusur yang membentang di tiga wilayah meliputi Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Sukoharjo di Jawa Tengah.
Sekretaris Pusur Institute, Lintang Eka Prakusya, sebagai salah satu pihak komunitas yang terlibat dalam proses konservasi air di Sungai Pusur, mengungkapkan sungai tersebut dulunya sempat banyak dipenuhi sampah.
Tidak hanya merusak pemandangan, ini juga dapat memberikan dampak kesehatan secara tidak langsung pada masyarakat.
Pencemaran yang memicu penurunan kualitas air juga dapat memengaruhi sektor pertanian di wilayah tersebut. Pada akhirnya kualitas pertanian yang ada ikut menurun nantinya.
![]() |
| Sekretaris Pusur Institute, Lintang Eka Prakusya. Foto: DetikHealth/Averus Al Kautsar |
"Jadi lebih secara tidak langsung efeknya ke kesehatan. Kalau misalnya di sungai tercemar sampah, nanti kualitas tanaman padinya mungkin akan menurun seperti itu," ungkap Lintang ketika ditemui dalam temu media bersama Aqua, di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (4/5/2026).
Aqua memiliki keterlibatan besar dalam konservasi Sungai Pusur yang tertuang dalam Danone Impact Journey. Senior Manager Public Affairs and Sustainability Aqua Jeffri Ricardo mengungkapkan komitmennya untuk mengembalikan lebih banyak air ke alam daripada yang mereka gunakan.
Pendekatan yang dilakukan adalah dengan pengelolaan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Misalnya seperti penanaman pohon untuk meningkatkan resapan air di hulu dan di tengah, hingga penerapan pertanian regeneratif di di hilir dengan mengurangi pupuk kimia dan menghindari pestisida untuk menjaga kualitas air.
Jeffri mengatakan dengan kualitas air yang lebih terjaga, maka ini juga berdampak pada kesehatan masyarakat.
"Dari sumber air yang kami gunakan, itu penting menjaga dari segi quantity dan quality," jelasnya.
"Betul (ramah lingkungan sumber airnya), karena nanti kalau dalam penggunaan kimia itu kan, ketika berjalan waktu, dia akan meresap ke bawah tanah dan itu akan mempengaruhi kualitas air yang digunakan masyarakat juga," tandas Jeffri.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pentingnya Jaga Kualitas Sumber Air untuk Kesehatan Masyarakat, Seperti Ini Efeknya"

