08 May 2026

Sejak 1982 Tidak Ada Satupun Kasus Kanker Serviks di Australia

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/champpixs

Australia kembali membuktikan posisinya sebagai pemimpin dunia dalam upaya eliminasi kanker serviks. Berdasarkan laporan terbaru dari Centre for Research Excellence in Cervical Cancer Control (C4), untuk pertama kalinya sejak pencatatan dimulai pada tahun 1982, tidak ada satu pun kasus kanker serviks yang terdiagnosis pada perempuan di bawah usia 25 tahun pada tahun 2021.

Pencapaian ini disebut sebagai tonggak sejarah yang luar biasa. Para ahli meyakini bahwa keberhasilan ini hampir sepenuhnya merupakan dampak nyata dari program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang dilakukan secara nasional sejak tahun 2007.

Keberhasilan Australia tidak terjadi dalam semalam. Negara ini menggunakan pendekatan dua arah yang sangat progresif yakni:
  • Vaksinasi di Sekolah: Australia adalah negara pertama yang meluncurkan program vaksinasi nasional bagi siswa sekolah. Saat ini, tingkat vaksinasi pada remaja di bawah 15 tahun telah mencapai lebih dari 80 persen.
  • Inovasi Skrining: Sejak 2017, Australia beralih dari pap smear tradisional ke tes HPV yang lebih sensitif. Bahkan, pemerintah memperkenalkan opsi self-collect (pengambilan sampel sendiri), yang menjadi penyelamat bagi kelompok yang sebelumnya enggan melakukan pemeriksaan panggul.
"Australia sedang memimpin dunia dalam eliminasi kanker serviks, namun kita harus mempertahankan momentum agar tujuan ini menjadi kenyataan. Kita harus memastikan semua orang memiliki akses yang setara terhadap pemeriksaan," ujar Menteri Muda Kesehatan dan Perawatan Lansia, Rebecca White, dikutip dari laman Kemenkes Australia.

Tantangan Menuju Target 2035

Meskipun berada di jalur yang tepat untuk mengeliminasi kanker serviks secara total pada tahun 2035, atau bahkan lebih awal, laporan tersebut memberikan catatan penting. Ada sedikit penurunan dalam partisipasi skrining dan tingkat vaksinasi dalam beberapa tahun terakhir.

Kesenjangan kesehatan juga masih membayangi komunitas suku Aborigin dan penduduk Kepulauan Selat Torres. Kelompok ini mencatatkan tingkat kanker serviks dua kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum.

Ahli epidemiologi Profesor Karen Canfell mengingatkan bahwa eliminasi bukan berarti penyakit ini hilang sepenuhnya dari muka bumi, melainkan menekan angka kasus hingga di bawah 4 per 100.000 penduduk.

"Ini belum mencakup semua wanita dari segala usia, namun Anda bisa melihat konsep eliminasi tersebut mulai menjadi kenyataan," kata Canfell.

Australia kini berpacu dengan waktu untuk menjadi negara pertama di dunia yang berhasil menghapuskan satu bentuk kanker sebagai masalah kesehatan publik, memberikan harapan bagi jutaan wanita di seluruh dunia.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Makin Dekat Capai Eliminasi Kasus Kanker Serviks Pertama di Dunia"