![]() |
| Foto: Muhammad Reevanza/detikfoto |
Di Indonesia, ikan sapu-sapu kerap dianggap sebagai 'musuh' dan tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi. Ini karena kandungan logam berbahaya seperti timbal hingga merkuri.
Namun, masih ada oknum yang mengolahnya menjadi berbagai makanan, seperti siomay atau olahan lain. Lantas, apa yang terjadi pada tubuh jika telanjur mengonsumsinya?
Nutrisionis Rita Ramayulis menjelaskan, tubuh sebenarnya memiliki mekanisme alami untuk membuang zat toksik yang masuk. Salah satu organ yang berperan penting adalah hati atau liver.
"Kalau terlalu banyak racun yang masuk ke dalam, tubuh kita itu mengeluarkan enzim, nama enzimnya coenzyme p450 (cytochrome P450, red)," ucap Rita saat berbincang di program Sunset Talk, detikSore, Senin (4/5/2026).
"Dia itu bisa membuat tekstur toksik yang besar jadi molekul kecil, yang semula nggak larut air jadi larut air, dia bisa lakukan itu. Tapi kan pertanyaannya, seberapa banyak dia bisa melakukan itu?" sambungnya.
Rita menekankan, kemampuan hati dalam menetralisir racun tentu ada batasnya. Jika zat toksik terakumulasi dalam jumlah tinggi, hati tidak lagi mampu mengatasinya dan berisiko mengalami kerusakan.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan tubuh terpapar logam berat seperti merkuri. Dampaknya, bisa berujung pada sirosis hepatis hingga gagal hati.
"Kemudian setelah dilarutkan, dia (logam berat) akan dikeluarkan lewat ginjal ada proses filtrasi, kita bisa lakukan itu. Tapi, pertanyaannya lagi, seberapa banyak dia bisa lakukan itu?" kata Rita.
"Kalau cemaran atau logamnya banyak, ginjalnya jebol juga. Maksudnya susah untuk melakukan tugasnya, akhirnya terjadi kegagalan ginjal," lanjut dia.
Tak hanya itu, konsumsi ikan sapu-sapu juga dikaitkan dengan paparan zat karsinogenik. Zat ini dapat memicu penumpukan sel-sel tua di dalam tubuh yang seharusnya dibuang.
"Dia lah (sel tua) yang akan menjadi cikal bakal kanker. Makanya, jangka panjang itu ya kalau ada kasus kanker meningkat, sirosis hepatis meningkat, kemudian gagal ginjal meningkat, selain karena pola hidup, itu dihubungkan dengan banyaknya zat-zat toksik yang kita dapatkan dari lingkungan, termasuk makanan," tuturnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Telanjur Makan Siomay Ikan Sapu-sapu, Bahaya Buat Tubuh? Ini Kata Ahli Gizi"
