13 October 2026

Berkebun Bisa Jadi Kegiatan Bila Males Olahraga Berat

Berkebun sebagai variasi hidup sehat. Foto: iStock

Menghabiskan waktu berjam-jam di depan laptop sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak pekerja kantoran. Aktivitas yang didominasi duduk dan minim gerak ini membuat pentingnya menyelipkan aktivitas fisik di sela kesibukan.

Salah satu kegiatan bermanfaat yang bisa dicoba adalah berkebun. Selain merawat tanaman, aktivitas ini memungkinkan seseorang melakukan berbagai gerakan, seperti berdiri, berjalan, menyiram tanaman, hingga memindahkan pot sesuai kebutuhan.

General Manager Ladang Farm Teknologi, Nova Riswanto, menilai berkebun bisa menjadi aktivitas selingan bagi anak muda yang sehari-hari lebih banyak duduk saat bekerja.

"Ya itu lebih bagus ya kalau yang anak-anak muda, kadang kan pekerjaannya ya yang Kakak tadi sebut tuh duduk, kebanyakan duduk ya," ujar Nova saat ditemui di Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).

Mengimbangi Banyak Duduk

Pekerjaan yang mengharuskan seseorang duduk dalam waktu lama dapat membuat kesempatan bergerak sepanjang hari menjadi terbatas. Karena itu, menyelingi waktu duduk dengan berdiri dan bergerak menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan dalam rutinitas harian.

Berkebun dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas tersebut. Kegiatan sederhana seperti menyiram tanaman, memeriksa kondisi daun, atau merapikan area tanam memberi kesempatan untuk beranjak dari kursi dan menggerakkan tubuh.

Meski demikian, manfaat aktivitas fisik bergantung pada jenis gerakan, durasi, dan intensitasnya. Berkebun ringan bisa menjadi awal untuk lebih aktif bergerak, tetapi tidak serta-merta menggantikan kebutuhan olahraga teratur.

Tidak Harus Punya Kebun Luas

Berkebun sebagai aktivitas selingan juga tidak harus dilakukan di lahan yang luas. Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, tanaman dapat dirawat di halaman kecil, balkon, atau ruang lain yang memungkinkan tanaman mendapatkan cahaya dan perawatan yang sesuai.

Nova mengatakan, masyarakat dengan lahan terbatas tetap bisa mencoba bertani, termasuk melalui metode hidroponik sederhana.

"Contohnya di samping rumah, itu kayak punya lahan, punya sisa tanah ataupun halaman sekitar 2 meter x 3 meter atau berapa, gitu. Kita bisa manfaatin itu, Kak, buat pertanian hidroponik," jelasnya.

Bahkan, menurut Nova, hidroponik sederhana dapat memanfaatkan botol bekas sebagai wadah tanam. Bagi penghuni kos atau apartemen, pilihan penanaman juga dapat disesuaikan dengan ruang yang tersedia.

Pentingnya Aktivitas Fisik

Menambahkan kegiatan berkebun ke dalam rutinitas bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi waktu yang dihabiskan tanpa bergerak. Namun, penting juga untuk tetap menyempatkan diri melakukan aktivitas fisik secara teratur sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu, atau aktivitas intensitas berat selama 75-150 menit per minggu, maupun kombinasi yang setara. WHO juga menganjurkan orang dewasa membatasi waktu sedentari atau perilaku minim gerak.

Artinya, pekerja yang sehari-hari berkutat dengan laptop bisa mulai dengan langkah sederhana, seperti mengambil jeda untuk berdiri, berjalan sebentar, atau merawat tanaman. Aktivitas tersebut dapat menjadi bagian dari kebiasaan yang lebih aktif, sembari tetap memenuhi kebutuhan aktivitas fisik mingguan.

Bagi yang ingin mencoba, mulailah dari kegiatan sederhana dan durasi yang realistis. Sebab, tujuan berkebun sebagai aktivitas selingan bukan sekadar memiliki tanaman di rumah, tetapi juga memberi ruang untuk bergerak di tengah rutinitas yang banyak dihabiskan di depan layar.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Masih Terlalu Mager untuk Olahraga Berat? Berkebun Saja, Banyak Manfaatnya"