Hagia Sophia

02 April 2026

Ini Penjelasan Kemenkes Tentang Dokter yang Meninggal karena Campak

Foto: Getty Images/beast01

Ada temuan dugaan jadwal kerja berlebihan di balik hasil investigasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) terkait kematian dokter AMW pasca tertular campak. Hal ini disoroti Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan Kemenkes RI Yuli Farianti yang kemudian menegur pihak RS Pagelaran, Cianjur, tempat dokter AMW menjalani internship.

Selain persoalan jadwal kerja, Yuli menyesalkan nihilnya rasa sensitivitas dari tim pembimbing dokter internship.

Pasalnya, dari hasil penelusuran kronologis AMW sebelum meninggal, yang bersangkutan sempat tetap diizinkan berpraktik meski sudah bergejala.

"Kenapa tidak disuruh pulang?"

"Memang anaknya itu semangat, merasa sudah baikan, tapi seharusnya balik lagi responsibility tim pendamping, dia sudah tahu sakit, harusnya connect, biarkan istirahat penuh," sesal Yuli dalam konferensi pers, Senin (30/3/2026).

Belajar dari kasus terkait, Yuli menegaskan aspek sensitivitas harus dibangun dan diperkuat pada para dokter pembimbing. Hal ini perlu dilakukan melalui pembekalan ulang serta penguatan peran pembimbing dalam mengawasi peserta internship secara ketat.

Ia juga menekankan pembimbing, termasuk direktur rumah sakit maupun kepala puskesmas sebagai wahana pendidikan, harus memiliki tanggung jawab penuh terhadap para peserta internship.

Kemenkes berencana untuk kembali mengingatkan serta menegaskan aturan dan pedoman yang berlaku agar kejadian serupa tidak terulang.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Meninggal karena Campak Masih Praktik saat Bergejala, Ini Penjelasan Kemenkes"