Hagia Sophia

03 March 2026

Inikah Penyebab Kasus Campak Meningkat di Indonesia?

Foto: iStock

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus campak di Indonesia sedang mengalami kenaikan. Tak hanya Indonesia, campak juga 'nge-gas' di banyak negara di dunia.

Kasus campak menjadi sorotan usai temuan 2 kasus warga negara Australia yang dinyatakan positif. Keduanya diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat, Prof Dr dr Anggraini Alam, SpA mengatakan menurunnya vaksinasi campak secara global menjadi salah satu alasan mengapa adanya kenaikan kasus, termasuk di Tanah Air.

"Penyebabnya secara global juga yaitu akibat menurunnya cakupan vaksinasi campak. Jadi cakupan vaksinasi campak harus tinggi terus, sudah tinggi, merata terus," kata Prof Anggi dalam media daring, Sabtu (28/2/2026).

Untuk menekan kasus campak, menurut Prof Anggi tidak boleh ada ketimpangan cakupan vaksinasi di satu RT/RW, kota, hingga provinsi.

"Dia mintanya ayo 95 persen kamu semua itu harus kebal agar tidak ada campak," katanya.

Senada, Ketua PP IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA mengimbau kepada orang tua untuk tidak menganggap remeh campak.

"Di saya sendiri, di tempat praktik banyak menemukan anak-anak campak ini dan rata-rata memang tidak diimunisasi. Ini sebetulnya sebuah wake up call atau alarm yang seharusnya menyadarkan kita bahwa campak ini tidak bisa dianggap ringan," katanya.

dr Piprim menambahkan, campak yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak buruk kepada tubuh.

"Campak yang komplikasinya ternyata bisa jadi radang paru, radang otak, bahkan bisa buta dan penularannya jauh lebih tinggi daripada COVID-19. Kita dengan COVID-19 saja heboh ya, tapi kenapa dengan campak masyarakat masih adem ayem," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Menkes Sebut Kasus Campak Ngegas di RI, Inikah Biang Keroknya?"