Hagia Sophia

07 April 2026

Pakar: Sunat Lebih Sakit daripada Vasektomi

Foto: thinkstock

Salah satu alasan utama pria enggan melakukan vasektomi adalah bayangan akan rasa sakit di area sensitif. Pakar urologi menyebutkan bahwa rasa nyeri saat prosedur vasektomi justru jauh lebih ringan dibandingkan dengan sunat.

Dokter spesialis urologi, dr Nur Rasyid, SpU, mengungkapkan bahwa banyak pasien yang kaget setelah mengetahui betapa sederhananya tindakan ini. Vasektomi dilakukan dengan bius lokal dan hanya memerlukan sedikit waktu. Pasien bahkan tidak perlu menginap di rumah sakit karena tindakannya sangat minimal.

"Sakitnya lebih sakit disunat," ujar dr Nur Rasyid saat diwawancarai detikcom, Minggu (5/4/2026).

Dia menjelaskan bahwa prosedur ini hanya menutup jalur spermatozoa agar tidak bercampur dengan cairan mani, tanpa melakukan pemotongan jaringan yang luas seperti pada sunat. Lebih lanjut, dr Nur Rasyid menjelaskan bahwa setelah saluran ditutup, produksi sperma di testis sebenarnya tetap berjalan normal.

Namun, bibit tersebut tidak bisa keluar dan nantinya akan rusak secara alami untuk kemudian diserap kembali oleh tubuh tanpa menimbulkan penyakit.

"Spermatozoa yang ditutup itu jalurnya, dia dengan berjalannya waktu akan rusak. Dan diserap oleh tubuh kita tetap," jelasnya.

Kemudahan tindakan ini seharusnya menjadi pertimbangan bagi para suami. Jika dibandingkan dengan tubektomi yang harus masuk ke rongga perut, vasektomi hanya bersifat bedah minor di lapisan luar. Dirinya menegaskan bahwa ketakutan akan rasa sakit hanyalah hambatan psikologis yang tidak sesuai dengan fakta medis di lapangan.

Dengan rasa sakit yang sangat minim dan proses pemulihan yang cepat, vasektomi menjadi pilihan kontrasepsi paling logis bagi pria dewasa.

"Jadi kalau dari sudut tadi kemudahan, efek samping, gak nyeri, itu jauh lebih mudah vasektomi daripada (tubektomi)," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Urologi: Sunat Lebih Sakit daripada Vasektomi"