Hagia Sophia

15 October 2022

Update COVID-19: 15 Oktober 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 1.678 dan 20 Meninggal

istimewa

Jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia bertambah 1.678, Sabtu (15/10/2022). Sementara itu jumlah pasien sembuh bertambah 1.213, dan meninggal 20.

Di samping itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengesahkan peluncuran vaksin COVID-19 IndoVac produksi PT Bio Farma pada Kamis (13/10). Vaksin COVID-19 produksi dalam negeri ini sebelumnya sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk penggunaan vaksinasi primer dosis satu dan dua.

Dampak 70 Anak Gagal Ginjal di Gambia, BPOM Larang Bahan Berbahaya Ini di Obat Sirup

Foto: Grandyos Zafna

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) melarang seluruh produk obat sirup anak maupun dewasa menggunakan kandungan dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG). Seperti diketahui, dua bahan tersebut menjadi pemicu puluhan kasus gangguan ginjal akut misterius ditemukan di Gambia, Afrika Barat, hingga Sabtu (15/10/2022) 70 anak meninggal dunia.

Meski begitu, BPOM RI kembali menegaskan jika empat produk obat batuk pemicu gagal ginjal akut misterius di Gambia tidak terdaftar di Indonesia. "Hingga saat ini produk dari produsen Maiden Pharmaceutical India, tidak ada yang terdaftar di BPOM," demikian keterangan tertulis yang diterima detikcom Sabtu (15/10).

Ini Dugaan Ahli Farmasi Terkait Penyebab Gangguan Ginjal Misterius

Foto: Getty Images/iStockphoto/kan2d

Geger laporan temuan 131 anak di Indonesia terkena gangguan ginjal akut misterius. Bertepatan beberapa waktu sebelumnya, Gambia mencatat 70 anak mengalami kondisi serupa, diduga akibat konsumsi sirup obat batuk produksi India.

Laporan terakhir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pihaknya belum bisa menarik simpulan terkait penyebab gangguan ginjal akut misterius tersebut. Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI dr Eka Laksmi Hidayati, SpA(K) menyebut, sejumlah investigasi telah diupayakan, namun tak kunjung ditemukan satu jenis virus yang konsisten ada pada kasus-kasus tersebut.

Ini Sebaran Pasien Gangguan Ginjal Misterius di Indonesia

Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff

Terus bertambah, total kasus anak dengan gangguan ginjal akut misterius kini menjadi 152 pasien. Penyumbang kasus terbanyak masih berada di DKI Jakarta, dengan semula di 48 kasus, kini menjadi 49 orang, per Jumat (14/10/2022) berdasarkan laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Gangguan ginjal akut misterius mulai melonjak sejak Agustus, dengan catatan 36 kasus. Meningkat lebih tinggi di September 76 kasus, dan Oktober sejauh ini di 21 kasus. Meski begitu, gangguan ginjal akut misterius pada anak sudah diidentifikasi sejak Januari 2022.

Anak Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut di Gambia Naik Jadi 70 Kasus

Ilustrasi sirup obat batuk. (Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato)

Gambia, Afrika Barat, belakangan disorot lantaran melaporkan puluhan anak meninggal akibat gagal ginjal akut. Investigasi terkait penyebab meninggalnya sejauh ini, mengarah pada empat obat batuk buatan India.

Total anak yang meninggal akibat gagal ginjal akut meningkat, kini menjadi 70 orang usai sebelumnya tercatat 69 kasus. Presiden Adama Barrow menyatakan situasi di negaranya krisis dan akan segera diadakan pertemuan untuk membahas lebih lanjut temuan gagal ginjal pada anak.

Beberapa Tanda Asma yang Bisa Muncul Mendadak

Tanda-tanda asma (Foto: ilustrasi/thinkstock)

Tanda-tanda asma kerap kali muncul di saat yang tidak tepat. Kehadirannya membuat seseorang tidak nyaman sehingga berdampak pada penurunan aktivitas. Sebelum mengenali kondisinya, ketahui dulu penyebab dari asma.

Asma adalah penyakit saluran pernapasan yang umumnya mengakibatkan seseorang kesulitan menghirup oksigen. Hal ini disebabkan oleh penyempitan otot-otot bronkus karena peradangan kronik.

Waspadai Mata Amblyopia yang Sering Terjadi pada Anak 8-10 Tahun

Ilustrasi gangguan mata (Foto: Annissa Widya/detikHealth)

Mata malas atau amblyopia adalah gangguan penglihatan pada salah satu mata lantaran kurangnya stimulasi sehingga mata tak berkembang optimal dalam otak. Dokter spesialis mata, dr Andito K, Adisasmito, SpM dari Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional RSAB Harapan Kita, menyebut kondisi ini umumnya dialami oleh anak berusia delapan sampai 10 tahun atau usia pertama manusia. Namun jika dibiarkan, mata malas ini bisa terbawa terus hingga dewasa.

Sebagian besar anak-anak dengan kondisi ini tidak akan mengeluhkan masalah penglihatan. Seiring waktu, mereka menjadi terbiasa memiliki penglihatan yang baik di satu mata dan penglihatan yang buruk di mata yang lain.