Hagia Sophia

28 April 2023

Update COVID-19: 28 April 2023 Kasus COVID-19 Bertambah 2.067 dan 37 Meninggal

istimewa

Indonesia mencatat 2.067 kasus baru COVID-19 hari ini, Jumat (28/4/2023). Seiring itu terdapat kasus sembuh sebanyak 1.310 dan 37 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Hingga hari ini, Indonesia mencatat total 6.771.072 kasus COVID-19 positif terkonfirmasi. Sedangkan kasus aktif hari ini tercatat ada sebanyak 11.849.

Fenomena Langka: Bayi Lahir dengan 2 Penis Tanpa Anus

Ilustrasi bayi yang lahir dengan penis ganda. (Foto: Getty Images/iStockphoto/SeventyFour)

Baru-baru ini, terdapat fenomena medis langka di mana seorang bayi asal Pakistan lahir dengan dua penis dan tanpa anus. Salah satu penis bayi tersebut diketahui berukuran lebih besar dan tetap bisa mengeluarkan urin melalui kedua lubang, dikutip dari Daily Mail.

Kondisi ini dikenal dengan sebutan disphallia, yaitu kelainan medis yang menyebabkan laki-laki berpenis ganda. Kelainan ini tergolong sangat langka.

Kaget Dengar Suara Petasan, Bayi di Gresik Meninggal

Ilustrasi bayi (Foto: Getty Images/iStockphoto/ledynimfa)

Kisah pilu dialami bayi berusia 38 hari di Gresik. Bayi perempuan berinisial HDN tersebut meninggal dunia usai kaget mendengar kerasnya ledakan petasan.

Bayi malang tersebut merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Nur Hasim dan Nur Faizah, warga Jatirembe, Benjeng, Gresik.

Mulai Mei 2023 Jepang Anggap COVID-19 Sebagai Flu Biasa

Jepang resmi memutuskan COVID-19 sebagai penyakit yang setara flu biasa. (Foto: AP Photo)


Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato secara resmi memutuskan untuk menurunkan klasifikasi COVID-19. Berdasarkan undang-undang penyakit menular, mulai 8 Mei 2023 COVID-19 akan masuk ke dalam Kategori V yang sama dengan flu musiman.

Perubahan kebijakan ini ditetapkan pemerintah Jepang pada Januari lalu. Klasifikasi COVID-19 ini diturunkan dari kategori II, tertinggi kedua dalam sistem klasifikasi penyakit menular lima tingkat negara, ke kategori V.

BPOM Minta Indofood Lakukan Mitigasi Risiko Agar Kejadian Tidak Berulang

Kepala BPOM minta PT Indofood lakukan hal ini terkait penarikan produk Indomie di Taiwan. (Foto: Agung Pambudhy)

Beberapa waktu lalu Taiwan melaporkan temuan produk mi instan yang mengandung etilen oksida dalam jumlah melebihi batas. Salah satu produk mi instan tersebut adalah Indomie rasa ayam spesial.

Etilen oksida dikaitkan dengan zat karsinogenik atau dapat menyebabkan penyakit kanker. Adapun limfoma dan leukemia menjadi dua jenis kanker yang paling sering dilaporkan terkait etilen oksida.

BPOM RI: Indomie Aman Dikonsumsi

iStockphoto/whitewish

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menanggapi adanya pemberitaan dan informasi terkait produk mi Indomie Rasa Ayam Spesial di Taiwan yang mengandung pestisida Etilen Oksida (EtO) pemicu kanker.

Menurut BPOM, kadar 2-Chloro Ethanol (2-CE) yang terdeteksi pada sampel mi instan di Taiwan (0,34 ppm) masih jauh di bawah BMR 2-CE di Indonesia dan di sejumlah negara lain, seperti Amerika dan Kanada. Maka dari itu, di Indonesia, produk mi instan tersebut aman dikonsumsi karena telah memenuhi persyaratan keamanan dan mutu produk sebelum beredar.

Pakar Kesehatan: Risiko Heatstroke Karena Gelombang Panas Bisa Cacat Permanen

Pakar IDI ungkap gelombang panas bisa picu heatstroke. (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)

Beberapa negara, termasuk India, tengah dihantam gelombang panas (heatwave). Dalam 30 tahun terakhir, di India sudah ada lebih dari 24 ribu orang meninggal dunia imbas gelombang panas.

Imbas kondisi tersebut, dalam data terbaru, spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi-onkologi (kanker) dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban, mengungkap ada 13 orang di India meninggal akibat heatstroke, yakni penyakit yang timbul akibat gelombang panas.