![]() |
| Antisipasi beser di perjalanan arus balik. Foto: iStock |
Terjebak macet panjang di jalan tol saat perjalanan jauh, terutama saat mudik Lebaran, sering kali jadi situasi yang tidak terhindarkan. Di tengah kondisi tersebut, rasa ingin buang air kecil bisa muncul tiba-tiba dan membuat perjalanan terasa semakin tidak nyaman. Tak sedikit orang akhirnya mencoba "pantang beser" atau menahan kencing agar tidak repot mencari rest area di tengah kemacetan.
Padahal, menahan buang air kecil terlalu lama juga bukan kebiasaan yang dianjurkan. Karena itu, penting untuk mengetahui beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan agar tidak mudah kebelet selama perjalanan, tanpa harus mengorbankan kenyamanan maupun kesehatan.
Salah satu kunci agar tidak mudah beser selama perjalanan adalah mengatur asupan cairan sejak sebelum berangkat. Berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan:
1. Minum secukupnya, jangan berlebihan sekaligus
Tubuh tetap perlu terhidrasi dengan baik, namun hindari minum dalam jumlah besar dalam waktu yang terlalu dekat dengan jadwal perjalanan. World Health Organization (WHO) menekankan bahwa konsumsi cairan sebaiknya dilakukan secara bertahap sepanjang hari, bukan sekaligus, agar tidak memicu peningkatan produksi urine secara cepat.
2. Batasi minuman berkafein
Minuman seperti kopi, teh, dan soda mengandung kafein yang dapat merangsang produksi urine. Hal ini juga didukung oleh temuan dalam International Journal of Urology yang menyebutkan bahwa kafein memiliki efek diuretik ringan dan dapat meningkatkan rasa ingin buang air kecil pada sebagian orang.
3. Hindari minuman manis berlebihan
Minuman dengan kandungan gula tinggi juga sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah besar sebelum perjalanan. Dalam jumlah berlebihan, minuman tinggi gula dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan pada kondisi tertentu berkontribusi pada peningkatan produksi urine.
4. Buang air kecil sebelum berangkat
Meski belum terasa penuh, sempatkan ke toilet sebelum perjalanan dimulai. Penelitian dalam Journal of Human Nutrition and Dietetics menunjukkan bahwa konsumsi cairan dalam jumlah besar dalam waktu singkat dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Mengosongkan kandung kemih di awal perjalanan bisa membantu mengurangi risiko kebelet di tengah macet.
Pilih Waktu dan Tempat Istirahat yang Tepat
Agar tidak terjebak dalam situasi kebelet saat macet di tol, penting untuk lebih strategis dalam menentukan waktu dan lokasi istirahat. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:
1. Manfaatkan rest area lebih awal
Jangan menunggu hingga benar-benar terasa kebelet untuk berhenti. Saat melihat rest area dan kondisi masih memungkinkan, sebaiknya langsung dimanfaatkan. Langkah ini membantu mengantisipasi kemungkinan macet panjang atau antrean di rest area berikutnya.
2. Jangan menunda saat tubuh mulai memberi sinyal
Rasa ingin buang air kecil merupakan sinyal alami tubuh yang sebaiknya tidak diabaikan terlalu lama. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menjelaskan bahwa kebiasaan menahan kencing terlalu sering dapat memengaruhi fungsi kandung kemih dan meningkatkan risiko gangguan saluran kemih. Karena itu, penting untuk tidak menunda terlalu lama saat tubuh mulai memberi sinyal, agar fungsi kandung kemih tetap terjaga.
3. Perkirakan jarak antar rest area
Sebelum perjalanan, ada baiknya mencari tahu atau memperkirakan jarak antar rest area di rute yang akan dilalui. Dengan begitu, Anda bisa menentukan waktu berhenti yang lebih tepat dan tidak harus terburu-buru saat kondisi sudah mendesak.
Dengan perencanaan sederhana ini, perjalanan bisa terasa lebih nyaman tanpa harus khawatir menghadapi situasi darurat di tengah kemacetan.
Posisi Duduk dan Kebiasaan Selama Perjalanan Juga Berpengaruh
Selain faktor cairan dan waktu istirahat, posisi tubuh dan kebiasaan selama perjalanan juga dapat memengaruhi rasa ingin buang air kecil. Tanpa disadari, posisi duduk yang kurang nyaman atau kebiasaan tertentu bisa memberikan tekanan tambahan pada area perut dan kandung kemih.
1. Hindari posisi yang menekan perut
Duduk terlalu membungkuk atau posisi sabuk pengaman yang terlalu menekan perut dapat meningkatkan tekanan pada kandung kemih.
Secara fisiologis, peningkatan tekanan di dalam rongga perut (intra-abdomen) dapat memengaruhi tekanan pada kandung kemih, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai studi urologi yang dipublikasikan di jurnal seperti Neurourology and Urodynamics dan The Journal of Urology.
Kondisi ini dapat membuat rasa ingin buang air kecil terasa lebih cepat, terutama saat posisi tubuh kurang optimal dalam waktu lama.
2. Jangan terlalu tegang atau gelisah
Rasa cemas atau tegang selama perjalanan, terutama saat macet, bisa membuat sensasi ingin buang air kecil terasa lebih kuat. Penelitian dalam International Journal of Urology menunjukkan bahwa stres psikologis dapat memengaruhi fungsi saluran kemih dan meningkatkan urgensi buang air kecil pada sebagian orang.
3. Jaga tubuh tetap nyaman
Duduk dalam waktu lama tanpa jeda, ditambah pakaian yang terlalu ketat, dapat memperburuk rasa tidak nyaman di area perut. Menjaga posisi duduk tetap rileks, menggunakan pakaian yang nyaman, serta sesekali mengubah posisi dapat membantu mengurangi tekanan berlebih pada kandung kemih.
Dengan menjaga posisi tubuh tetap nyaman dan tidak tegang, rasa kebelet bisa lebih terkendali meski perjalanan berlangsung lama.
Mencegah rasa kebelet saat perjalanan jauh bukan berarti harus menahan buang air kecil, melainkan mengatur strategi sejak awal. Dengan pengaturan cairan, waktu istirahat, dan menjaga kenyamanan tubuh, perjalanan bisa tetap terasa lebih nyaman.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pantang Beser Saat Kejebak Macet di Tol, Ini Tips yang Bisa Dilakukan"
