Hagia Sophia

23 March 2026

Benarkah Ketupat Lebih Bikin Gemuk Dibandingkan Nasi?

Foto: Getty Images/iStockphoto/Kanawa_Studio

Ketupat merupakan salah satu menu yang wajib ada saat Hari Raya Idul Fitri. Tapi, tidak jarang juga yang memilih untuk makan nasi seperti hari biasanya.

Nasi dan ketupat memang berasal dari beras. Tetapi, keduanya diolah dengan cara berbeda.

Banyak yang menganggap ketupat membuat lebih cepat gemuk. Lalu, bagaimana kata dokter gizi?

Spesialis gizi klinis dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS (Physician Nutrition Specialist), mengungkapkan secara sumber gizi ternyata nasi lebih dianjurkan.

"Pasti mending nasi, karena ketupat makanan olahan ya," katanya saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Selama Lebaran, dr Oki mengatakan penting untuk memilih sumber karbohidrat yang tepat. Selain itu, pemilihan menu makanan juga harus diperhatikan jika ingin menjaga berat badan.

Menurutnya, makan ketupat atau nasi jika porsinya tidak diatur bisa tetap berpengaruh bagi kenaikan berat badan. Terutama makanan bersantan yang tinggi kalori.

"Terutama di opor itu kan kalorinya banyak di kuah atau santannya. Jadi kuahnya jangan terlalu banyak, ayamnya dimakan nggak apa-apa, kulitnya kalau bisa nggak dimakan," jelas dr Oki.

"Sebab, kulit itu kan ada lemaknya. Terus kuahnya jangan terlalu banyak, apalagi sampai disruput. Kalau nasinya ya disesuaikan porsi biasanya," sambungnya.

Terlalu kalap saat Lebaran dapat mengganggu program diet, yang sebelumnya telah dilakukan dengan disiplin. Sebab, makanan yang dikonsumsi tentu ada beratnya.

"Kalau dalam jumlah besar, itu akan menambah ke berat badan kita, pasti itu," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Benarkah Ketupat Lebih Bikin Gemuk Ketimbang Nasi? Dokter Gizi Bilang Gini"