Hagia Sophia

21 March 2026

Ciri Daging Ayam Tak Layak Konsumsi dan Cara Simpan di Kulkas

Daging ayam. Foto: Getty Images/Dmytro Chernykov

Ayam menjadi salah satu bahan makanan yang paling sering dikonsumsi, terutama saat Ramadan dan Lebaran ketika berbagai hidangan seperti opor, ayam goreng, hingga semur banyak disajikan. Namun, penting untuk memastikan ayam yang dibeli masih dalam kondisi segar dan layak konsumsi.

Ayam yang sudah tidak segar atau mulai rusak berisiko menyebabkan keracunan makanan karena dapat terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella dan Campylobacter. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda ayam yang sudah tidak layak dikonsumsi agar tidak salah pilih saat membeli atau mengolahnya di rumah.

Ciri Ayam yang Sudah Tidak Segar

Ada beberapa tanda yang dapat dikenali untuk mengetahui apakah daging ayam masih segar atau sudah mulai menurun kualitasnya. Memeriksa kondisi ayam sebelum dimasak penting dilakukan untuk menghindari risiko keracunan makanan.

Dikutip dari panduan keamanan pangan dari United States Department of Agriculture Food Safety and Inspection Service, ayam mentah yang sudah rusak biasanya ditandai dengan bau menyengat, permukaan berlendir, serta perubahan warna pada daging.

1. Bau menyengat atau asam
Ayam segar umumnya memiliki bau yang sangat ringan atau hampir tidak berbau. Jika daging ayam mengeluarkan aroma menyengat, amis yang sangat kuat, atau cenderung asam, kondisi ini bisa menjadi tanda ayam sudah mulai rusak akibat pertumbuhan bakteri pembusuk, seperti Pseudomonas, yang memecah protein pada daging sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

2. Permukaan daging terasa licin atau berlendir
Ayam yang sudah tidak segar biasanya memiliki permukaan yang terasa licin atau berlendir saat disentuh. Lendir ini dapat muncul akibat aktivitas mikroorganisme pada permukaan daging. Jika setelah dibilas teksturnya tetap terasa lengket, sebaiknya ayam tidak dikonsumsi.

Ayam yang sudah mulai busuk sering kali memiliki permukaan yang sangat berlendir dan terasa lengket ketika disentuh. Lendir ini tidak mudah hilang meskipun sudah dibilas dengan air.

3. Warna daging berubah kusam
Secara umum, ayam segar memiliki warna merah muda pucat dengan lemak berwarna putih kekuningan. Jika warna daging berubah menjadi lebih kusam, keabu-abuan, atau bahkan kehijauan, kondisi tersebut bisa menandakan kualitas ayam sudah menurun.

Perubahan warna yang semakin mencolok juga bisa menjadi tanda ayam sudah tidak layak dikonsumsi. Daging dapat terlihat lebih gelap, keabu-abuan, kehijauan, atau bahkan muncul bercak-bercak tidak normal.

4. Tekstur terlalu lembek
Daging ayam segar biasanya terasa kenyal dan kembali ke bentuk semula ketika ditekan. Sebaliknya, ayam yang sudah tidak segar cenderung terasa terlalu lembek atau mudah hancur saat ditekan.

Daging ayam segar biasanya terasa kenyal dan kembali ke bentuk semula ketika ditekan. Sebaliknya, ayam yang sudah tidak segar cenderung terasa terlalu lembek atau mudah hancur saat ditekan.

Jika ayam sudah menunjukkan tanda-tanda pembusukan seperti bau tidak sedap, permukaan berlendir, atau perubahan tekstur, sebaiknya daging tidak diolah menjadi makanan. Memaksakan konsumsi ayam yang sudah rusak dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan hingga keracunan makanan.

Dalam beberapa kasus, bau tidak sedap mungkin belum terlalu terasa saat ayam masih mentah. Namun, ketika dimasak, aroma tidak sedap bisa muncul lebih kuat. Jika hal ini terjadi, sebaiknya ayam tidak dikonsumsi.

Selain bakteri pembusuk yang menyebabkan perubahan bau dan tekstur, ayam juga dapat terkontaminasi bakteri patogen seperti Salmonella dan Campylobacter. Bakteri ini dapat hidup di saluran pencernaan ayam saat masih hidup dan dapat mengontaminasi daging selama proses pemotongan atau pengolahan.

Berbeda dengan bakteri pembusuk, keberadaan bakteri patogen tidak selalu menimbulkan tanda pada daging ayam. Karena itu, ayam yang tampak segar sekalipun tetap perlu dimasak hingga matang untuk mengurangi risiko keracunan makanan.

Berapa Lama Ayam Aman Disimpan?

Selain memperhatikan kondisi fisiknya, lama penyimpanan juga menjadi faktor penting untuk menentukan apakah ayam masih aman dikonsumsi atau tidak. Penyimpanan yang terlalu lama, terutama pada suhu yang tidak tepat, dapat mempercepat pertumbuhan bakteri pada daging ayam.

Mengacu pada panduan keamanan pangan dari United States Department of Agriculture Food Safety and Inspection Service, ayam mentah sebaiknya tidak disimpan terlalu lama di kulkas karena kualitasnya dapat cepat menurun.

Secara umum, berikut perkiraan lama penyimpanan ayam yang aman:

1. Ayam mentah di kulkas (chiller)
Ayam mentah yang disimpan di kulkas dengan suhu sekitar 4°C sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 1-2 hari. Jika tidak segera dimasak, ayam sebaiknya dipindahkan ke freezer agar lebih tahan lama.

2. Ayam mentah di freezer
Jika disimpan dalam freezer dengan suhu sekitar -18°C, ayam mentah dapat bertahan lebih lama, yakni sekitar 9-12 bulan. Meski begitu, kualitas rasa dan teksturnya bisa menurun jika disimpan terlalu lama. Selain itu, hindari membiarkan ayam mentah terlalu lama pada suhu ruang karena bakteri dapat berkembang dengan cepat pada kondisi tersebut.

3. Ayam yang sudah dimasak
Ayam yang telah dimasak umumnya masih aman disimpan di kulkas selama 3-4 hari jika diletakkan dalam wadah tertutup. Jika ingin menyimpannya lebih lama, ayam dapat dibekukan di freezer dan biasanya masih memiliki kualitas yang baik hingga sekitar 2-6 bulan, selama disimpan pada suhu beku yang stabil.

Agar lebih aman, ayam sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup atau kemasan kedap udara untuk mencegah kontaminasi silang dengan bahan makanan lain di dalam kulkas.

Fakta Menarik: Ayam Mentah Justru Bisa Disimpan Lebih Lama dari Ayam Matang

Meski terdengar mengejutkan, ayam mentah ternyata bisa disimpan di freezer lebih lama dibandingkan ayam yang sudah dimasak. Mengacu pada panduan dari United States Department of Agriculture Food Safety and Inspection Service, ayam mentah dapat bertahan sekitar 9-12 bulan di freezer, sementara ayam yang sudah dimasak umumnya memiliki kualitas terbaik selama 2-6 bulan.

Hal ini terjadi karena proses memasak mengubah struktur protein pada daging. Ketika ayam matang dibekukan lalu dicairkan kembali, teksturnya lebih mudah menjadi kering atau keras. Selain itu, makanan matang biasanya mengandung minyak, lemak, atau bumbu yang lebih cepat mengalami penurunan kualitas selama penyimpanan di freezer.

Meski begitu, jika disimpan pada suhu freezer yang stabil, makanan beku sebenarnya bisa tetap aman lebih lama. Namun seiring waktu, rasa, aroma, dan teksturnya kemungkinan sudah tidak sebaik saat pertama kali dibekukan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tips Pilih-pilih Daging Ayam: Ciri Tak Layak Konsumsi hingga Cara Simpan di Kulkas"