Hagia Sophia

11 April 2026

Akibat Abaikan Bau di Area Sensitif, Setengah 'Mr P' Pria Ini Diamputasi

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Albert Yarullin

Seorang pria di Inggris harus menjalani amputasi pada sebagian penisnya sepanjang 10 cm. Hal ini dilakukan setelah gejala yang ia sebut sebagai 'bau kematian' sempat diabaikan oleh dokter.

Awalnya, pria bernama Steven Hamill ini diberi tahu bahwa bau menyengat dari penisnya hanya disebabkan oleh infeksi biasa. Tetapi, kondisi tersebut ternyata jauh lebih serius.

Saat Hamill berusia 26 tahun, ia menyadari kepala penisnya membengkak hingga empat kali dari ukuran normal. Ia langsung memeriksakan kondisinya ke dokter.

Dokter memberikan resep krim steroid untuk mengatasi dugaan balanitis. Itu merupakan pembengkakan pada kepala penis yang bisa dipicu kebersihan yang buruk dan infeksi menular seksual.

Namun, sebulan kemudian kondisinya semakin memburuk. Alat kelaminnya mengeluarkan bau yang tidak biasa.

"Saya menggambarkan bau ini sebagai 'bau kematian'. Bau itu mengikuti saya ke mana-mana dan sangat mengerikan, dan orang lain pun bisa menciumnya," ucapnya, dikutip dari Unilad.

Meski dokter sempat menilai usianya terlalu muda untuk terkena kanker, Hamill akhirnya mengetahui bahwa gejala yang dialaminya merupakan tanda kanker penis. Gejalanya seperti pembengkakan, nyeri hebat, dan bau tidak normal.

Kondisi Semakin Memburuk

Kondisi Hamill semakin parah hingga ditemukan pingsan di dalam mobil dalam genanagan darah oleh saudaranya. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit.

Hamill dirujuk ke unit spesialis di The Christie NHS Foundation Trust, Manchester, dan didiagnosis kanker penis pada April 2019. Untuk menyelamatka nyawanya, ia harus menjalani amputasi penis yang awalnya sekitar 20 cm menjadi 10 cm.

Ia mengaku proses adaptasi tidak mudah, terutama dalam kehidupan pribadi.

Kini, tujuh tahun setelah diagnosis, Hamill telah dinyatakan sembuh dan bahkan menjadi seorang ayah, meski sebelumnya sempat diberi tahu bahwa ia mungkin tidak bisa memiliki anak.

"Saya diberitahu bahwa saya tidak akan pernah memiliki anak karena operasi dilakukan pada uretra saya, dan sekarang saya memiliki seorang anak laki-laki berusia empat tahun. Semuanya masih berfungsi dan saya masih bisa memiliki anak," katanya.

Meski begitu, ia mengaku masih kerap merasa tidak percaya diri, terutama dalam hubungan intim.

"(Saya) berpikir 'dia akan berpikir itu terlihat sangat aneh'. Saya selalu merasa tidak percaya diri," akunya.

Dari pengalamannya, Hamill mengingatkan agar siapa pun tidak mengabaikan tanda-tanda aneh pada tubuh.

"Saran terbaik yang bisa saya berikan adalah jika ada sesuatu yang terasa tidak benar, jangan malu dan lihat apakah itu hilang dengan sendirinya," pungkas Hamill.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cerita Pria Abaikan Bau di Area Sensitif, Berujung Setengah Mr P Diamputasi"