![]() |
| Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres) |
Badan Gizi Nasional (BGN) cerita soal arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo menekankan program tersebut harus tepat sasaran dan tidak diberikan kepada kelompok masyarakat mampu.
Wakil BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S Deyang menekankan pihaknya juga melaporkan langkah penertiban terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai petunjuk teknis.
Ia menjelaskan, penutupan sementara dilakukan terhadap SPPG yang menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), termasuk mitra yang melakukan praktik tidak wajar seperti mark up harga bahan baku maupun monopoli pemasok.
Selain itu, Presiden juga mengingatkan agar MBG difokuskan kepada kelompok yang membutuhkan, khususnya anak-anak dengan kondisi gizi yang perlu diperbaiki.
"Kalau anak-anak dari keluarga mampu, tidak membutuhkan MBG, karena orangtuanya sudah bisa memberikan makanan bergizi di rumah," lanjut Nanik.
BGN, kata dia, akan membentuk tim, menyisir penerima manfaat agar program tidak salah sasaran dan menghindari pemborosan anggaran.
Presiden juga menegaskannya pelaksanaan MBG tidak boleh dilakukan secara memaksa. Sekolah maupun kelompok masyarakat yang merasa tidak membutuhkan diminta tidak dipaksakan untuk menerima program tersebut.
"Program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi," kata Nanik.
Menurut BGN, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci agar program berjalan efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pesan Prabowo ke BGN: Masyarakat Mampu Jangan Dipaksa Dapat MBG"
