Hagia Sophia

04 April 2026

Child Grooming Tidak Instan, Butuh Waktu dan Proses Panjang

Foto: Getty Images/ozgurcankaya

Isu child grooming menjadi satu hal yang harus diwaspadai oleh orang tua. Itu merupakan proses manipulatif terhadap anak di bawah usia 18 tahun yang dilakukan pelaku untuk membangunkan kepercayaan dan kedekatan emosional dengan anak.

Hal ini dilakukan secara bertahap agar anak merasa aman dan percaya, dengan tujuan eksploitasi seksual. Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Ariani, SpA, menjelaskan child grooming tidak terjadi secara instan, melainkan membutuhkan waktu dan proses yang panjang.

1. Targeting The Child
Tahapan pertama adalah pelaku mencari anak yang kesepian atau memiliki rasa percaya diri yang rendah. Si anak mungkin memiliki kehidupan rumah tangga yang tidak stabil, kebutuhan emosional, dan pengawasan orang tua yang minimal.

"Jadi si pelaku akan menargetkan anak-anak yang kira-kira bisa dijadikan korban. Biasanya anak merasa kesepian, kurang rasa percaya diri, atau rumah tangganya yang tidak stabil, atau orang tua jarang ada di rumah," jelas dr Ariani dalam temu media daring, Selasa (31/3/2026).

"Dia menyasar yang lebih berisiko, meskipun pada anak yang tidak ada risiko seperti ini bisa saja terjadi," sambungnya.

Sehingga tidak menutup kemungkinan anak dengan latar belakang yang baik pun bisa juga dijadikan target.

2. Gaining Trust
Tahapan selanjutnya adalah berupaya mendapat kepercayaan orang tua untuk mengurangi kecurigaan dan mendapat akses ke anak, mengumpulkan informasi, serta perkenalan rahasia. Dengan begitu, orang tua akan luluh dan akhirnya mengizinkan anak untuk pergi dengan pelaku.

"Jadi dia mencari mengambil hati yang awal dulu, jadi memperkenalkan rahasia juga. Akhirnya, si anak mau melakukan sesuatu yang tidak diizinkan oleh orang tua," kata dr Ariani.

3. Fulfilling a Need
Tahapan ketiga adalah memenuhi kebutuhan anak dengan hadiah, kasih sayang, atau perhatian, individu tersebut menjadi lebih penting dalam kehidupan anak.

4. Isolation
Tahap keempat adalah isolasi menawarkan untuk mengasuh anak secara gratis atau melakukan bantuan lainnya. Cara ini dilakukan untuk membangun stigma bahwa si pelaku adalah satu-satunya yang benar-benar memahami dan mencintai anak tersebut.

5. Sexualizing The Relationship
Di tahap kelima ini pelaku akhirnya melakukan tindakan manipulatif. Mungkin aksinya diawali dengan sentuhan non-seksual, tetapi si pelaku menormalisasi hal tersebut.

6. Maintaining Control
Tahap terakhir adalah mengancam untuk mempertahankan kekuasaan atas anak. Pelaku ingin anak merahasiakan dan memastikan berkelanjutan, pelaku mulai memberi hadiah, dan upaya lainnya.

"Kalau si anak sudah bisa disetir, sudah bisa didoktrin, berlaku yang manipulatif. Si anak ini dikontrol supaya merahasiakan terus untuk hubungan ini," beber dr Ariani.

"Jika si anak berusaha untuk menolak, dia akan mengancam," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Orang Tua Wajib Waspada, Ini Tahapan Child Grooming yang Bisa Manipulasi Anak"