Hagia Sophia

04 April 2026

Kisah Wanita Bali Jalani Transplantasi Kulit usai Tubuhnya Kena Luka Bakar

Foto: TikTok @innacahyaa dengan izin yang bersangkutan

Gung Ina (25) yang tinggal di Ubud, Bali menceritakan pengalamannya menjalani perawatan akibat luka bakar hingga 85 persen dan bagaimana cara dia untuk tetap percaya diri dengan bekas luka yang ada di kulitnya. Kisahnya viral di media sosial TikTok, ada banyak netizen yang kagum dengan perjalanan hidup pemilik akun @innacahyaa itu.

Kejadiannya terjadi pada 2002 ketika ia masih berusia 2 tahun. Pada saat itu, keluarganya sedang mengadakan acara Rahinan dan masak bersama.

Karena sangat aktif, Ina lepas dari pengawasan. Ia terbangun dari tidur dan langsung berlari ke wajan berisi minyak panas yang digunakan saudaranya untuk masak.

"Kejadiannya itu terjadi dalam sekejap mata, sebagian kiri tubuh kecilku terkena minyak goreng panas itu," cerita Ina pada detikcom, Rabu (1/4/2026).

Ina akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan ia mengalami luka bakar derajat tiga hampir 85 persen. Bahkan, dokter saat itu sempat mengatakan kemungkinan Ina tidak akan bertahan lama.

Namun, untungnya kondisi Ina membaik. Dokter lalu memutuskan untuk menjalankan operasi transplantasi kulit dengan mengambil kulit yang sehat ke area kulit yang rusak.

Area tubuh Ina yang terkena minyak panas meliputi paha kiri atas, leher kiri, dada kiri, ketiak kiri, lengan kiri, dan area dada tengah. Sementara itu, bagian kulit sehat yang diambil melipiuti paha kanan dan kiri, pantat kanan, telinga belakang, dan area selangkangan.

Total Ina menjalani operasi sebanyak 8 kali selama periode 2002-2022. Sebanyak 4 kali operasi dilakukan saat kejadian, dan 1 kali operasi ketika TK di area leher.

"Operasi keenam di bagian tengah-tengah dada dan ketiak karena ada bagian yang ketarik juga. Operasi ketujuh di bagian pergelangan tangan kiri," cerita Ina.

"Operasi kedelapan terakhir 2022, di bagian leher lagi karena aku masih dalam masa pertumbuhan, jadi rasanya ketarik lagi, dan sekarang semuanya sudah baik-baik saja," tambahnya.

Ina mengaku kondisinya sudah jauh lebih baik. Ia sudah merasa sehat dan tidak memiliki kendala apapun. Pada saat ini, ia hanya rutin menggunakan beberapa jenis salep untuk kulitnya.

Ina mengaku beruntung hidup di keluarga yang suportif. Kondisi itu yang membuatnya tetap kuat dan percaya diri, meski memiliki bekas luka bakar.

"Sejak SMP aku sering dibully, tapi untungnya aku punya dan dikelilingi orang-orang yang baik," katanya.

"Sebenarnya bullyan itu membuat aku sedih dan kecewa, tapi aku nggak bisa berbuat apa-apa. Dan sekarang aku tumbuh menjadi wanita yang lebih baik, penuh dengan pikiran dan hal-hal positif," tandas Ina.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kronologi Wanita Bali Transplantasi Kulit usai Hampir Seluruh Tubuh Kena Luka Bakar"