Hagia Sophia

21 October 2022

Update COVID-19: 21 Oktober 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 2.277 dan 18 Meninggal

istimewa

Indonesia mencatat 2.277 kasus baru COVID-19, Jumat (21/10/2022). Seiring itu, tercatat pasien sembuh bertambah 1.970 dan sebanyak 18 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Hingga hari ini, Indonesia telah mencatat total kasus COVID-19 terkonfirmasi sebanyak 6.467.189. Total kasus sembuh sebanyak 6.289.663 dan total 158.398 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Menkes: COVID-19 Varian XBB Sudah Masuk Indonesia, Perkuat Prokes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng)

Virus COVID-19 varian XBB sudah masuk Indonesia. Terkait hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta semua pihak bekerja sama memperkuat efektivitas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan protokol kesehatan (prokes).

"Singapura sekarang kasusnya naik lagi ke 6.000 per hari, karena ada kasus varian baru yaitu XBB. Varian ini juga sudah masuk di Indonesia dan sedang kita amati terus," kata Budi dalam Capaian Kerja Pemerintah 2022 dikutip dari Antara, Jumat (21/10/2022).

Ini Provinsi yang Miliki Kasus Terbanyak Gagal Ginjal Akut

ilustrasi, Foto: Getty Images/iStockphoto/kdshutterman

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat per Selasa (18/10/2022), ada 206 anak didiagnosa mengalami penyakit gagal ginjal akut atau acute kidney infection (AKI). Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kematian anak akibat penyakit tersebut telah mendekati angka 50 persen.

"Mengingat balita yang teridentifikasi AKI sudah mencapai 70-an per bulan (realitasnya pasti lebih banyak dari ini), dengan fatality/kematian rate mendekat 50 persen," beber Menkes dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (20/10/2022).

Sirup Obat Tercemar EG dan DEG, Inikah Kemungkinan Penyebabnya?

Foto: Rifkianto Nugroho

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengungkap lima sirup obat berbahaya lantaran tercemar etilen glikol, melebihi ambang batas aman. Meski begitu, BPOM RI memastikan pihaknya sudah melakukan pengawasan ketat terkait izin edar obat sirup.

Bahkan, BPOM RI memastikan seluruh obat sirup yang terdaftar masih memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, hingga mutu. Lantas dari mana asalnya?

Kenapa Kasus Obat Sirup Tercemar Diketahui Disaat Pandemi? Ini Dugaan Ahli

Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato

Tidak sedikit yang bertanya-tanya mengapa kasus gagal ginjal akut misterius mendadak dilaporkan melonjak pada anak, hingga 99 di antara 206 kasus yang tercatat per 18 Oktober, meninggal dunia. Panel ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dicky Budiman menilai pemerintah wajib melihat keterkaitan laporan tersebut dengan pandemi COVID.

Pasalnya, kasus gagal ginjal akut misterius terdeteksi sejak awal Januari 2022, tahun ketiga pandemi. Mungkinkah pengawasan mutu menurun di tengah kebutuhan obat meningkat?

BPOM Belum Pastikan Penyebab Gagal Ginjal Akut di Indonesia

Foto: Grandyos Zafna

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) telah merilis lima obat sirup yang mengandung cemaran etilen glikol di luar ambang batas aman. Zat berbahaya itu diyakini menjadi pemicu kasus anak mengalami gagal ginjal akut seperti yang dilaporkan di Gambia, Afrika Barat.

Namun, BPOM RI belum bisa memastikan keterkaitan di antara keduanya alias penyebabnya masih ditelusuri lebih lanjut. Pihaknya menyebut masih terdapat beragam kemungkinan di balik lonjakan 99 anak meninggal akibat gagal ginjal akut.

Beberapa Tanda Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang Mirip dengan Flu

Foto: Dok. Shutterstock

Tanda-tanda Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sulit dikenali lebih rinci. Pasalnya, kondisi ISPA mirip dengan flu sehingga berpotensi mendapatkan penanganan yang terlambat.

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah gangguan pernapasan yang diakibatkan oleh infeksi dan peradangan. Penyakit ini bisa menyerang saluran napas bagian atas, seperti hidung atau sinus, atau saluran napas bagian bawah, misalnya tenggorokan dan paru-paru.