Hagia Sophia

25 October 2022

Update COVID-19: 25 Oktober 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 3.008 dan 21 Meninggal

istimewa

Indonesia mencatat 3.008 kasus baru COVID-19 hari ini, Selasa (25/10/2022). Seiring itu, terdapat kasus sembuh sebanyak 1.757 dan sebanyak 21 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Kasus aktif COVID-19 di Indonesia kini ada sebanyak 19.915. Kemudian hingga hari ini, Indonesia mencatat total kasus COVID-19 terkonfirmasi sebanyak 6.475.672.

Ini Gejala Gagal Ginjal Akut Misterius yang Dilaporkan Pasien

Foto: Getty Images/iStockphoto/AgFang

Terdapat sejumlah gejala gagal ginjal akut misterius yang perlu diwaspadai para orang tua. Pasalnya, penyakit tersebut kini sudah menyerang 245 anak yang tersebar di 26 provinsi Indonesia. Sebanyak 141 anak di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Sampai saat masih belum diketahui penyebab pasti gagal ginjal akut misterius yang menyerang 245 anak RI. Namun, terdapat dugaan dipicu oleh kandungan zat berbahaya etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan etilen glikol butil ether (EGBE).

Terkait Cemaran EG dan DEG yang Diduga Pemicu Gagal Ginjal Akut, Ini Respon GP Farmasi

Foto: Anisa Indraini/detikcom

Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) buka suara atas meninggalnya lebih dari 130 anak akibat gagal ginjal akut di Indonesia. Dugaan awal mengarah pada konsumsi obat tercemar etilen glikol dan dietilen glikol.

Pihaknya menyampaikan rasa duka dan prihatin atas kejadian tersebut, hingga memastikan seluruh industri farmasi ikut melakukan investigasi kaitan keduanya. Ketua Umum GPFI Tirto Kusnadi menyebut hasil dari proses evaluasi nantinya akan menjadi tindak lanjut para perusahaan terkait keamanan produk mereka.

Update Gagal Ginjal Akut di Indonesia: 255 Kasus dan 143 Meninggal

Foto: Getty Images/iStockphoto/kan2d

Kementerian Kesehatan RI menyampaikan data terbaru mengenai kasus gagal ginjal akut pada anak. Kasus ini sudah dilaporkan di 26 provinsi.

"Perkembangan kasus gagal ginjal akut per 24 Oktober terdapat 255 kasus,yang meninggal 143 meninggal," kata juru bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam konferensi pers, Selasa (25/10/2022).

Perusahaan Farmasi yang Produknya Tercemar EG-DEG Akan Dipidana

Foto: Andhika Prasetia

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) mengumumkan akan menindak lanjuti dua perusahaan farmasi akibat cemaran etilen glikol yang ditemukan di obat sirup. Perusahaan tersebut akan dipidana karena cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) menyebabkan gagal ginjal akut.

Sejauh ini BPOM merilis tiga daftar obat yang dinyatakan mengandung cemaran EG/DEG melebihi ambang batas aman yakni;

Lewati Gambia, Kasus Gagal Ginjal Akut di Indonesia Meningkat

Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff

Jumlah kematian akibat kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia masih cenderung meningkat. Per 24 Oktober, Kementerian Kesehatan melaporkan 141 anak meninggal akibat gagal ginjal akut.

Sejauh ini diduga penyebab gagal ginjal adalah zat kimia yakni etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol butil ether (EGBE). Ketiganya merupakan cemaran dari zat pelarut dalam proses pembuatan obat.

Waspadai..3 Obat Sirup Mengandung Etilen Glikol Dijual Secara Online

Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato

Bahan etilen glikol (EG) pada produk obat cair atau sirup diduga menjadi biang kerok ratusan kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia. Pada Minggu (23/10/2022), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melaporkan pembaharuan tiga produk obat cair yang ditemukan mengandung cemaran EG melebihi ambang batas.

Ketiga produk tersebut adalah Unibebi Cough Syrup (Universal Pharmaceutical Industries), Unibebi Demam Drop (Universal Pharmaceutical Industries), dan Unibebi Demam Syrup (Universal Pharmaceutical Industries).