Hagia Sophia

26 October 2022

Update COVID-19: 26 Oktober 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 3.048 dan 24 Meninggal

istimewa

Indonesia mencatat 3.048 kasus baru COVID-19, Rabu (26/10/2022). Seiring itu, tercatat pasien sembuh bertambah 1.458 dan sebanyak 24 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Hingga hari ini, Indonesia telah mencatat total kasus COVID-19 terkonfirmasi sebanyak 6.478.720. Total kasus sembuh sebanyak 6.298.740 dan total 158.499 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Hasil Biopsi Pasien Gagal Ginjal Misterius Meninggal Karena Etilen Glikol

Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff

Pemerintah melakukan biopsi terhadap jasad pasien gagal ginjal akut misterius. Terungkap kerusakan di ginjal pasien dipicu oleh cemaran etilen glikol (EG).

Hasil biopsi merupakan pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium. Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) Mohammad Syahril, laporan ini didapat berdasarkan riset yang dilakukan pihaknya terkait toksikasi atau keracunan hingga kemungkinan infeksi patogen yang terdapat di pasien gagal ginjal akut misterius.

Unilever Menarik Sejumlah Produknya Karena Mengandung Benzena, Ini Alasannya

Foto: Getty Images/iStockphoto/petekarici

Unilever menarik sejumlah produk sampo kering aerosol Dove, Nexxus, Suave, TIGI, hingga TRESemme lantaran mengandung benzena, bahan kimia yang menyebabkan kanker.

Dikutip dari laman resmi Food and Drug Administration (FDA), produk-produk yang diduga tercemar zat tersebut diproduksi sebelum Oktober 2021 dan didistribusikan di pengecer nasional.

Kemenkes: Ini Pasien Gagal Ginjal Akut yang Berhak Menerima Obat Fomepizole

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/kan2d

Sebanyak 11 pasien gagal ginjal akut misterius yang dirawat di RS Cipto Mangunkusumo telah menerima obat fomepizole. Obat ini digunakan sebagai penawar gangguan ginjal yang disebabkan oleh intoksisitas cemaran etilen glikol.

Namun, juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Mohammad Syahril mengatakan ada kriteria khusus pasien yang bisa mendapat obat tersebut. Misalnya seperti frekuensi buang air kecil yang menurun.

Serba-serbi Tentang Etilen Glikol yang Dikaitkan dengan Gagal Ginjal Akut Misterius

Foto: Getty Images/iStockphoto/John Kevin

Etilen Glikol (EG) kini tengah ramai diperbincangkan dan dikaitkan dengan kasus gagal ginjal akut misterius yang terjadi di Indonesia. Per 24 November, Kementerian Kesehatan melaporkan total ada 255 kasus yang tersebar di 26 provinsi, 143 anak di antaranya meninggal dunia.

Sejauh ini, zat kimia etilen glikol (EG), dietilen glikol (DEG), dan etilen glikol butil ether (EGBE) diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak. Ketiganya merupakan cemaran dari zat pelarut dalam proses pembuatan obat.

Omicron XBB Tidak Bisa Dideteksi Melalui Tes COVID-19 Antigen

Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Faull

Departemen Kesehatan Filipina (DOH) menyebut subvarian Omicron XBB tidak bisa terdeteksi melalui tes COVID-19 antigen. Hal ini mengacu pada analisis pengecekan secara acak di pusat transportasi.

Perwakilan DOH Guido David menyebut infeksi COVID-19 akibat Omicron XBB dan varian XBC hanya bisa dideteksi melalui pengurutan genome yang memakai sampel dari tes RT-PCR.

Mungkinkah Penglihatan Kembali Normal Usai Operasi Katarak?

Foto: iStock

Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) menuturkan delapan juta masyarakat Indonesia mengidap gangguan penglihatan. Dari jutaan kasus tersebut, 81,2 persen di antaranya disebabkan oleh katarak. Sebagai pengobatan, para dokter sering mencanangkan kepada pengidapnya untuk operasi katarak.

"Operasi katarak menjadi pilihan utama untuk memulihkan penglihatan, tetapi pertanyaan di atas akan sering dibicarakan oleh pasien dan dokter mata untuk berusaha mencari faktor yang mempengaruhi kualitas penglihatan" ungkap DR dr Johan A. Hutauruk, Sp.M (K), dokter spesialis mata kornea, Katarak dan Bedah Refraktif JEC sekaligus Presiden Direktur JEC Korporat.