Hagia Sophia

15 April 2023

Anak Muda Jepang: Menikah Tak Ada Gunanya

Survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan farmasi di Jepang menemukan mayoritas populasi muda di Jepang tidak tertarik menikah dan memiliki anak. Ilustrasi wanita di Jepang. (Foto: David Mareuil/Getty Images)

Sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan farmasi di Jepang menemukan mayoritas populasi muda di negara itu tidak tertarik menikah dan memiliki anak. Alasan yang mendasari di antaranya beban melahirkan dan mengasuh anak.

Dikutip dari Japan Today, survey yang dilakukan Rohto Pharmaceuticals Co menemukan Dari 400 responden berusia antara 18 hingga 29 tahun, 49,4 persen mengatakan mereka tidak menginginkan anak. Angka ini menjadi yang tertinggi dari survey yang dilakukan pada tahun sebelumnya.

Demi untuk Bertahan Hidup, Wanita Ini Sewakan Rahimnya

Ilustrasi foto ibu hamil. Kisah seorang wanita di Meksiko yang rela menyewakan rahimnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. (Foto: Getty Images/iStockphoto/globalmoments)

Seorang wanita di Meksiko bernama Leti Montalvo rela menyewakan rahimnya demi bertahan hidup. Kisah ini berawal ketika hidupnya berubah drastis imbas pandemi COVID-19. Pada tahun 2020, pandemi membuat suaminya tak memiliki penghasilan dan sebuah geng memaksa mereka keluar dari rumah. Diketahui juga, Montalvo memiliki empat orang anak.

Tanpa pemasukan, mereka hanya bertahan hidup dengan memakan kacang. Montalvo, wanita 29 tahun itu merasa putus asa. Akhirnya pada Februari 2021, dia membuka Facebook di ponselnya dan menulis pesan.

BMKG Ingatkan Paparan Sinar UV di Indonesia, Pakai Sunscreen

BMKG memperingatkan indeks sinar UV di sejumlah wilayah RI bakal mencapai kategori risiko bahaya tinggi hingga ekstrem. (Foto: Rengga Sancaya)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahaya indeks sinar ultraviolet (UV) di sejumlah wilayah Indonesia akan mencapai kategori risiko bahaya sangat tinggi hingga ekstrem. Kondisi ini terjadi pada waktu beberapa hari terakhir, termasuk Sabtu 15 April 2023.

Terpapar sinar matahari yang berlebihan akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan, artinya kita harus melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung.

Olahraga Saat Puasa Akan Membuat Tubuh Lebih Sehat dan Bugar

Puasa bukan alasan skip olahraga. (Foto: Shutterstock)

Melaksanakan ibadah puasa bagi umat muslim merupakan hal yang wajib dilakukan. Hal ini berarti, tidak ada asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kurang lebih 13 jam dari matahari terbit hingga matahari tenggelam.

Sebagian orang selama melaksanakan ibadah puasa, lebih memilih untuk bermalas-malasan. Hal ini karena tidak ada asupan gizi yang membuat tubuh kekurangan energi dalam beraktivitas. Namun, olahraga bukanlah hal yang tidak diperbolehkan saat puasa. Justru, olahraga saat puasa membantu tubuh lebih sehat dan bugar, selama dilakukan dengan waktu dan jenis olahraga yang tepat.

Wabah Jamur Langka Menyerang Hampir 100 Pekerja di AS

Wabah jamur mematikan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)

Baru-baru ini heboh wabah jamur langka yang membuat hampir 100 pekerja sakit di pabrik kerta di Michigan, Amerika Serikat. Tercatat ada 93 kasus yang terdiri dari terkonfirmasi dan probable blastomikosis.

Sebanyak 19 orang dari kasus tersebut telah dikonfirmasi mengidap blastomikosis. Sementara 74 lainnya dengan kasus probable, yang berarti orang tersebut memiliki gejala blastomikosis dan tes antigen atau antibodi positif.

Ini Negara Pertama yang Menyetujui Vaksin Malaria dari Oxford

(Foto: Getty Images/iStockphoto/Hailshadow)

Ghana menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui vaksin malaria baru dari Universitas Oxford. Hal tersebut dinilai sebagai langkah maju yang potensial untuk memerangi penyakit yang selama ini memakan ratusan ribu korban jiwa setiap tahunnya.

Persetujuan yang dilakukan Ghana tersebut dianggap tidak biasa. Hal itu karena persetujuan diberikan sebelum hasil data uji coba tahap akhir dipublikasikan.

Sudah Masuk DKI, Gejala yang Dikeluhkan Pasien COVID-19 Varian Arcturus

Waspadai gejala tak biasa varian COVID-19 Arcturus. (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) melaporkan dua kasus COVID-19 subvarian Arcturus atau XBB 1.16 telah teridentifikasi di Indonesia. Subvarian ini menjadi pemicu lonjakan kasus di beberapa negara, termasuk India.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebut, dua kasus subvarian Arcturus tersebut ditemukan di DKI Jakarta pada akhir Maret 2023. Kedua kasus ditemukan melalui pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).