Hagia Sophia

19 May 2023

AS Dilanda Narkotika 'Zombie', Bisa Sebabkan Kulit Pemakai Membusuk

Narkotika zombie mewabah di AS. (Foto ilustrasi: AP Photo/Jae C. Hong)

Amerika Serikat dilanda 'tsunami' kasus narkotika zombie, khususnya New York dan Los Angeles. Banyak dari mereka kecanduan obat tranq yang dicampur fentanyl hingga memicu efek serius.

Obat tranq yang dikenal sebagai xylazine ini umumnya bahkan dipakai untuk membius kuda hingga hewan ternak lain, tidak diperuntukkan bagi manusia. Obat ini bisa memunculkan efek luka di kulit pengguna yang berujung busuk bak kulit zombie.

Pengalaman Mistis Nakes Merawat Pasien yang Mendekati Ajal

Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz

Seorang perawat di Los Angeles, Amerika Serikat, menceritakan pengalamannya merawat pasien yang sudah di ujung ajalnya. Perawat bernama Julie McFadden itu merupakan seorang perawat di rumah sakit yang merawat pasien sakit parah menjelang akhir hidup mereka. Ia juga menjaga pasien agar tetap nyaman di bulan-bulan menjelang kematian mereka.

Wanita berusia 39 tahun itu mengatakan sebagian besar pasiennya melaporkan penampakan kerabat yang mengucapkan kata-kata menghibur seperti, "Kami akan segera menjemput Anda, atau, 'Jangan khawatir, kami akan membantu Anda," tutur Julie,dikutip dari Daily Mail.

AS Digemparkan dengan Munculnya Wabah Narkotika 'Zombie'

Wabah narkoba 'zombie' di AS. (Foto: AP Photo/Jae C. Hong)

Amerika Serikat (AS) tengah digemparkan dengan narkotika yang membuat penggunanya bak berubah menjadi 'zombie'. Pejabat di New York, AS telah telah mengeluarkan peringatan terkait bahayanya, termasuk menggerogoti daging pecandunya.

Obat tersebut adalah xylazine atau tranq yang sebenarnya digunakan sebagai obat penenang hewan. Xylazine bisa menyebabkan efek berbahaya apabila dicampurkan dengan jenis narkoba lain seperti heroin, kokain, dan fentanil.

Terkait Dokter Gigi Aniaya Staf Karen's Dinner, Ini Tanggapan PDGI

Tanggapan PDGI terkait oknum dokter gigi yang menganiaya staf Karen's Diner. (Foto: Istimewa)

Baru-baru ini, viral oknum dokter gigi yang berinisial TK menganiaya staf restoran Karen's Diner Bali. Penyebabnya lantaran pelaku tak terima tidak dipanggil 'dokter' meskipun tidak sedang berpraktik.

Melalui akun Instagram pribadinya, TK menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh korban yang dianiaya, salah satunya Tiara G Alicia. Dalam unggahannya, TK mengungkap dirinya sempat menjambak rambut Tiara karena membela temannya tersebut.

Heboh, Seorang Dokter Aniaya Staf Resto di Bali

Dokter dilaporkan ke polisi pasca menganiaya staf Karen's Diner Bali. (Foto: I Nyoman Adhisthaya Sawitra)

Heboh seorang dokter berinisial TK menganiaya staf Karen's Diner di Bali. Penganiayaan tersebut diduga berawal dari keributan saat TK merasa tersinggung tidak dipanggil dokter.

TK tiba-tiba menghampiri salah satu staf Karen's Dinner bernama Sahrul dan langsung memukulnya. Pria itu juga menarik baju Sahrul sambil menunjuk-nunjuknya. Kemudian, staf Karen's Diner yang lain yakni Tiara mencoba menjelaskan aturan main di restoran tersebut, tetapi yang bersangkutan malah semakin emosi dan menjambak hingga menampar Tiara.

Tips untuk Mengecek Usus Buntu Sendiri

Foto: iStock

Radang usus buntu atau disebut juga apendisitis merupakan suatu penyakit yang banyak diderita manusia. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang paham tentang radang usus buntu, bahkan sering kali dianggap sebagai sakit perut biasa.

Oleh sebab itu, detikers harus tahu sejumlah gejala dan penyebab radang usus buntu. Jadi, bila suatu saat perut detikers terasa sangat nyeri, bisa dilakukan pemeriksaan secara cepat demi mencegah sakit semakin parah.

Populasi di Indonesia Turun, Diduga Bukan Karena 'Resesi Seks'

Jumlah warga Indonesia diprediksi turun, gegara 'resesi seks'? (Foto: Grandyos Zafna)

Jumlah populasi di Indonesia disebut bakal menurun berdasarkan penilaian Hasil Proyeksi Penduduk Indonesia 2020-2050. Laporan tersebut menunjukkan di tahun 2045, total populasi di Tanah Air jauh lebih rendah ketimbang Nigeria dan Pakistan.

Namun, posisinya akan tetap berada di lima negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Pertanda ancaman 'krisis populasi' atau program Keluarga Berencana (KB) berjalan sukses?