Hagia Sophia

29 August 2025

Infeksi Parasit Pemakan Daging pada Manusia Telah Muncul di AS

Kasus pertama infeksi parasit pemakan daging pada manusia telah dikonfirmasi di AS. (Foto: REUTERS/Daniel Becerril)

Kasus pertama infeksi parasit pemakan daging pada manusia telah dikonfirmasi di Amerika Serikat. United States Department of Health and Human Services (HHS) menyatakan, kasus New World screwworm (NWS) myiasis ditemukan pada seorang pasien yang baru kembali dari El Salvador. Infeksi tersebut dipastikan pada 4 Agustus.

NWS myiasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh larva lalat (belatung) dari jenis lalat parasit tertentu. Parasit ini umumnya menyerang hewan ternak. Namun, pihak berwenang menegaskan risiko terhadap kesehatan masyarakat di AS saat ini masih tergolong sangat rendah.

Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Maryland untuk menyelidiki kasus tersebut. Juru bicara HHS, Andrew Nixon, mengatakan ini merupakan kasus pertama pada manusia di AS yang terkait perjalanan dari negara terdampak wabah New World screwworm (NWS) myiasis.

Parasit berbahaya ini, yang memakan jaringan hidup, biasanya ditemukan di Amerika Selatan dan Karibia. Meski berbagai upaya dilakukan untuk menghentikan penyebarannya ke utara, kasus kini telah dikonfirmasi di seluruh negara Amerika Tengah, serta di AS dan Meksiko.

Menurut CDC, manusia terutama mereka yang memiliki luka terbuka rentan terinfeksi, dengan risiko lebih tinggi bila bepergian ke wilayah tersebut atau berada di sekitar ternak di daerah pedesaan tempat lalat ini berkembang.

Animal and Plant Health Inspection Service (APHIS) United States Department of Agriculture (USDA) menyebut pihaknya telah bermitra dengan lembaga pertanian lain, Departemen Luar Negeri AS, serta Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) untuk merespons wabah ini.

"Ketika larva lalat NWS (belatung) menggali ke dalam daging hewan yang masih hidup, mereka dapat menyebabkan kerusakan serius yang sering kali berakibat fatal," demikian pernyataan USDA, dikutip BBC.

"NWS dapat menginfeksi ternak, hewan peliharaan, satwa liar, kadang-kadang burung, dan dalam kasus yang jarang, manusia."

USDA juga memperingatkan wabah screwworm pada hewan ternak bisa berdampak besar secara ekonomi, dengan ancaman kerugian lebih dari 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.600 triliun yang terkait dengan industri sapi dan ternak.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ngeri! AS Laporkan Kasus 'Cacing Sekrup' Pemakan Daging Manusia"