Hagia Sophia

12 January 2026

Pengalaman Ahli Gizi Makan Telur Tiap Hari, Ini yang Terjadi pada Tubuhnya

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ToscaWhi)

Selama bertahun-tahun, telur khususnya bagian kuningnya kerap dianggap sebagai pemicu kolesterol tinggi. Tetapi, pandangan tersebut mulai bergeser seiring munculnya bukti ilmiah terbaru.

American Heart Association kini menyebut individu yang sehat dapat mengonsumsi hingga satu butir telur utuh per hari, sebagai bagian dari pola makan yang menyehatkan jantung.

Ahli gizi Laure Manaker, MS, RDN, LD, membagikan pengalamannya mengonsumsi satu telur setiap hari selama sepekan. Tantangan tersebut ia terima untuk melihat langsung bagaimana dampak konsumsi telur harian terhadap tubuh dan rutinitas makannya.

Untuk mempermudah, ia merebus telur dan menyimpannya di lemari es sebagai camilan praktis. Di hari lain, telur diolah menjadi orak-arik, dicampurkan ke dalam ramen, atau dijadikan tambahan menu siang dan malam.

Ia mengaku berusaha memasukkan telur secara alami ke dalam menu hariannya tanpa pengolahan yang rumit.

Bagaimana Hasilnya?

Setelah menjalani eksperimen tersebut, Manaker mengaku penasaran apakah akan merasakan perubahan tertentu. Hasil refleksinya menunjukkan tingkat energi yang cenderung stabil sepanjang hari dan rasa lapar yang lebih jarang muncul.

Ia mengaitkan hal ini dengan kandungan protein berkualitas tinggi dalam telur. Manaker juga menegaskan tidak mengalami gangguan pencernaan atau efek negatif lainnya selama seminggu mengonsumsi telur setiap hari.

Bagi Manaker, tambahan energi yang lebih konsisten dan berkurangnya rasa lapar menjadi hasil yang cukup signifikan.

Dikutip dari Prevention, eksperimen ini juga membuatnya lebih sadar akan kandungan telur tersembunyi dalam berbagai makanan. Demi mematuhi aturan 'satu telur per hari', ia menjadi lebih teliti memeriksa menu seperti pancake atau kue yang ternyata juga mengandung telur.

Ia mengakui kemungkinan sempat melampaui batas konsumsi tersebut dan berencana mengurangi asupan telur setelah eksperimen selesai.

Manfaat lain yang tidak terduga adalah berkurangnya stres harian. Menurut Manaker, bukan telur yang secara langsung menghilangkan kecemasan, melainkan kemudahan memiliki sumber protein berkualitas tinggi yang selalu di lemari es.

Hal ini menyederhanakan keputusan makan, memangkas waktu persiapan, dan mengurangi kelelahan dalam menentukan menu harian.

Manfaat Kesehatan dari Telur

Di luar pengalaman pribadi, telur dikenal sebagai sumber nutrisi padat dengan harga terjangkau. Telur mengandung protein lengkap yang menyediakan seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Protein dalam telur juga mudah dicerna dan memiliki skor kualitas protein yang sangat tinggi, sehingga kerap dijadikan standar pembanding dalam ilmu pangan.

Telur juga kaya kolin, nutrisi penting untuk kesehatan otak yang mendukung daya ingat, suasana hati, dan perkembangan kognitif. Satu butir telur mengandung sekitar 150 mg kolin, mencakup sekitar 27 persen kebutuhan harian pria dan 35 persen kebutuhan harian wanita.

Selain kolin, telur mengandung vitamin B12, yodium, lutein, serta protein berkualitas tinggi yang berperan dalam menjaga fungsi otak. Sebagian besar nutrisi tersebut terdapat pada kuning telur, sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsi tanpa bagian tersebut.

Dari sisi kesehatan mata, kuning telur mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang terakumulasi di retina. Senyawa ini membantu melindungi mata dari paparan cahaya biru berbahaya dan menurunkan risiko degenerasi makula terkait usia.

Telur juga mendukung sistem kekebalan tubuh karena mengandung selenium, seng (zinc), dan vitamin D. Vitamin D dalam telur berperan dalam mengatur respons imun, dengan satu butir telur menyediakan sekitar 6 persen dari kebutuhan harian.

Siapa yang Perlu Membatasi Telur?

Meski tergolong sehat, telur tidak cocok untuk semua orang. Individu dengan alergi telur sebaiknya menghindarinya sepenuhnya.

Sementara itu, bagi orang dengan kondisi jantung tertentu atau kadar kolesterol tinggi, disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai.

Bagi orang yang sehat, para ahli menilai konsumsi telur dalam jumlah wajar, termasuk satu butir per hari, dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang dan menyehatkan jantung.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ahli Gizi Eksperimen Makan Telur Setiap Hari, Ini yang Terjadi pada Tubuhnya"